Surabaya — Bank Indonesia menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp24,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Timur selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Nilai tersebut meningkat 5,69% dibanding realisasi tahun lalu sebesar Rp23,3 triliun, mencerminkan proyeksi kenaikan mobilitas dan konsumsi musiman.
Peluncuran program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 dilakukan pada 19 Februari di Gedung De Javasche Bank, Surabaya, oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Ibrahim. Kegiatan ini menjadi bagian strategi otoritas moneter untuk menjaga kelancaran sistem pembayaran sekaligus memastikan ketersediaan uang tunai berkualitas selama periode puncak transaksi.
Dalam rilis resminya, BI menyatakan peningkatan pasokan uang tunai mempertimbangkan pertumbuhan aktivitas ekonomi daerah serta pola konsumsi masyarakat yang biasanya melonjak saat Ramadan dan Lebaran. Momentum hari besar keagamaan secara historis menjadi salah satu motor penggerak peredaran uang kartal di daerah.
240 Titik Penukaran
Untuk distribusi, BI membuka layanan penukaran uang mulai 19 Februari hingga 15 Maret 2026 melalui tiga kanal utama. Pertama, mobil kas keliling yang beroperasi di lokasi strategis seperti tempat ibadah, pusat keramaian, dan jalur mudik hingga 13 Maret. Kedua, kerja sama dengan perbankan menyediakan 240 titik penukaran di 38 kabupaten/kota wilayah kerja BI Jawa Timur, termasuk kantor perwakilan Malang, Kediri, dan Jember.
Ketiga, layanan penukaran terpusat diselenggarakan pada 7 Maret di Ciputra World Surabaya dan 8 Maret di Grand City Convention and Exhibition. Masyarakat diwajibkan mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR untuk memastikan kepastian layanan dan menghindari antrean.
Dorong Transaksi Non-Tunai
Sejalan dengan agenda digitalisasi sistem pembayaran, BI juga mendorong penggunaan instrumen nontunai seperti QRIS, uang elektronik, layanan transfer cepat BI-FAST, dan mobile banking. Otoritas menilai pemanfaatan kanal digital dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus menekan kebutuhan uang tunai fisik.
Selain itu, masyarakat diimbau berbelanja secara bijak dan mewaspadai uang palsu dengan prinsip 3D—dilihat, diraba, diterawang—serta memperkuat kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
BI menegaskan sinergi dengan perbankan dan lembaga terkait akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas sistem pembayaran regional. Langkah ini diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tetap solid selama periode hari raya, ketika konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama aktivitas ekonomi daerah.




