Airlangga Ungkap Dampak Perjanjian RI – AS di Tengah Tarif Dagang Baru Trump

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia–Amerika Serikat atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) menjadi langkah strategis untuk menjaga daya saing ekspor nasional. Perjanjian itu juga diyakini  membuka ruang investasi baru di sektor teknologi tinggi.

Menurut Airlangga, kesepakatan ini ditempuh setelah Amerika Serikat secara unilateral mengenakan tarif resiprokal sebesar 32% kepada Indonesia pada April 2025. Tarif tersebut kemudian ditekan menjadi 19% melalui proses negosiasi intensif yang berujung pada penandatanganan ART pada 19 Februari 2026.

“Pemerintah memilih jalur diplomasi untuk melindungi kepentingan nasional, khususnya sektor industri padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja,” ujar Airlangga dalam penjelasan resmi yang dikutip Minggu (22/2). 

Di sisi lain, Airlangga mengatakan pemerintah memahami posisi perjanjian yang kini dihadapkan pada putusan Mahkamah Agung (MA) membatalkan kebijakan tarif yang sebelumnya diberlakukan Presiden AS terkait skema tarif resiprokal. Putusan tersebut memicu ketidakpastian arah kebijakan perdagangan AS, termasuk bagi negara-negara yang telah lebih dulu menandatangani kesepakatan bilateral.

Airlangga menyatakan, pemerintah RI telah meminta agar fasilitas tarif 0% yang telah diberikan pemerintahan Trump kepada sejumlah produk unggulan Indonesia tetap berlaku, meskipun pemerintah AS menetapkan tarif baru sebesar 10% bagi seluruh negara.

“Alhamdulillah, kemarin Indonesia sudah menandatangani perjanjian, dan yang diminta oleh Indonesia adalah kalau yang lain semua berlaku 10% tetapi yang sudah diberikan 0% itu kita minta tetap,” ujar Airlangga. 

Airlangga mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan Office of the United States Trade Representative (USTR). Dari komunikasi tersebut, pihak AS menyampaikan akan ada keputusan kabinet terkait negara-negara yang telah menandatangani perjanjian dagang.

Menurut dia, sebagian fasilitas tarif 0% untuk produk pertanian Indonesia telah diatur dalam executive order tersendiri, sehingga tidak termasuk dalam kebijakan yang dibatalkan. Komoditas tersebut antara lain kopi, kakao, serta sejumlah produk agrikultur lainnya.

Selain sektor pertanian, Indonesia juga meminta agar tarif 0% tetap berlaku untuk produk yang terkait rantai pasok elektronik, crude palm oil (CPO), tekstil, hingga alas kaki. Namun, kepastian final masih menunggu hingga 60 hari sejak penandatanganan kesepakatan.

Dampak Perjanjian Dagang

Kementerian Koordinator Perekonomian mencatat secara keseluruhan, terdapat 1.819 produk Indonesia yang mendapatkan pengecualian tarif. Untuk tekstil, Amerika Serikat menyiapkan mekanisme tariff-rate quota (TRQ) yang memungkinkan penurunan tarif hingga nol persen dalam kuota tertentu.

Kemenko menilai kebijakan tersebut akan memperkuat daya saing ekspor Indonesia ke pasar AS dan menjaga keberlanjutan industri yang menyerap sekitar 4–5 juta pekerja langsung. Sebagai bagian dari prinsip resiprokal, Indonesia membuka akses pasar bagi 99% produk asal AS dengan tarif 0% yang mulai berlaku saat perjanjian efektif.

Menurut Airlangga sebagian besar produk tersebut merupakan barang modal, bahan baku, dan komponen industri yang dibutuhkan pelaku usaha nasional. Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan justru meningkatkan efisiensi dan daya saing industri domestik.

“Jika terjadi lonjakan impor yang mengganggu industri dalam negeri, pemerintah tetap dapat menggunakan instrumen pengamanan perdagangan sesuai ketentuan WTO,” katanya.

Komitmen Pembelian Energi  hingga Isu Impor Beras 

Dalam kesepakatan komersial, Indonesia menyetujui pembelian produk energi AS seperti LPG, minyak mentah, dan gasoline senilai US$15 miliar. Selain itu, pembelian pesawat komersial dan komponennya mencapai US$13,5 miliar, serta produk pertanian seperti kedelai, gandum, kapas, dan jagung senilai US$4,5 miliar.

Airlangga menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi penyeimbangan perdagangan sekaligus menjamin pasokan energi dan bahan baku industri dalam negeri.

Terkait kekhawatiran lonjakan impor, Airlangga memastikan volume impor beras dari AS hanya 1.000 ton dan bersifat khusus, sehingga tidak signifikan dibanding produksi nasional.

Untuk sektor perunggasan, impor difokuskan pada Grand Parent Stock (GPS) yang memang belum diproduksi di dalam negeri. Pemerintah, kata dia, tetap memprioritaskan perlindungan peternak nasional.

Investasi Teknologi dan Hilirisasi

Di sektor investasi, ART membuka peluang bagi masuknya investasi teknologi tinggi di bidang ICT, alat kesehatan, dan farmasi. Pengakuan terhadap standar U.S. FDA dilakukan untuk menghindari duplikasi proses uji, namun pengawasan tetap berada di bawah otoritas nasional.

Selain itu, kerja sama mineral kritis tidak berarti membuka ekspor bahan mentah. Airlangga menegaskan kebijakan hilirisasi tetap berjalan, dan perusahaan AS didorong berinvestasi dalam pengolahan di dalam negeri.

“Perjanjian ini hanya mencakup perdagangan dan investasi, tidak menyentuh isu pertahanan maupun keamanan,” ujarnya.

Perjanjian ART akan berlaku efektif 90 hari setelah kedua negara menyelesaikan prosedur hukum domestik masing-masing. Pemerintah membuka ruang evaluasi dan amandemen melalui persetujuan tertulis kedua pihak.

Airlangga menekankan, tantangan berikutnya adalah memastikan implementasi perjanjian berjalan optimal sehingga manfaat ekspor dan investasi dapat dirasakan lebih besar dibanding potensi tekanan dari sisi impor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terlalu Gengsi? Inara Rusli Unggah Permintaan Maaf Tanpa Sebut Nama Wardatina Mawa
• 46 menit laluviva.co.id
thumb
Komnas HAM Bakal Punya Penyidik Sendiri, Pigai: Akan seperti KPK!
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Harga Emas Antam Melesat Rp 72.000 dalam Sepekan, Galeri24 Naik Tipis Rp 3.000
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Klasemen Terbaru Bundesliga, Harry Kane Bawa Bayern Kokoh di Puncak Seusai Bungkam Eintracht Frankfurt
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
MUI Beri Pernyataan Menohok Soal Produk AS Bebas Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal
• 14 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.