Di Tengah Gempuran Jajanan Viral, Kolang-kaling Masih Jadi Buruan Saat Ramadan

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pagi baru berjalan, aktivitas jual beli pun sudah terasa di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (22/2). Di antara lalu lalang pedagang dan pembeli yang berburu kebutuhan dapur, aroma sayur segar dan suara tawar-menawar mulai mengisi pasar sejak matahari belum terlalu tinggi.

Di lantai dua pasar, di sela-sela lapak sayur dan daging, beberapa pedagang kolang-kaling tampak melayani pembeli. Buah berwarna bening dengan tekstur kenyal itu kembali menjadi perhatian di bulan Ramadan.

Sejak pagi, pembeli sudah berdatangan, sebagian membawa kantong belanja berisi sayuran, sebagian lain langsung berhenti di lapak kolang-kaling untuk melengkapi persiapan menu buka puasa.

Di pasar ini, harga kolang-kaling bervariasi, mulai dari kisaran Rp 15 ribu hingga Rp 22 ribu per kilogram, tergantung kualitas dan ukuran.

Siti (47), salah satu pembeli, mengaku sengaja datang ke Pasar Kramat Jati untuk berbelanja kebutuhan Ramadan.

“Rumah nggak jauh dari sini, masih Kramat Jati. Jadi emang sering belanja ke sini,” kata Siti saat ditemui di lokasi.

Pagi itu, kolang-kaling menjadi salah satu barang yang ia cari.

“Iya, kolang kaling. Kalau puasa, pasti nyempetin ke sini. Anak-anak di rumah suka, seger buat buka. Tadi sambil belanja sayur juga, emang biasa ke pasar,” ujarnya.

Siti biasa mengolah kolang-kaling biasa diolah menjadi beragam sajian buka puasa.

“Macam-macam. Palingan dicampur es buah atau kolak. Terus disimpan di kulkas. Entar dikeluarinnya pas buat buka puasa,” kata Siti.

Namun, ia mengakui harga kolang-kaling tahun ini terasa lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sekarang memang lebih mahal. Saya kan emang beli mulu kalau puasa, jadi kerasa bedanya. Dulu masih bisa beli agak banyak, sekarang ya disesuaiin sama isi dompet,” ungkap dia.

Meski demikian, hal itu tidak membuatnya mengurungkan niat untuk membeli.

“Tetap, ya nggak apa-apa lah setahun sekali juga kan. Udah jadi kebiasaan. Ya barang naik Rp 4 ribu-5 ribu mah insyaallah rezeki mah ada. Paling ya saya beli sekilo-sekilo aja. Habis, ntar beli sekilo lagi,” tuturnya.

Bagi Siti, kolang-kaling bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari suasana Ramadan itu sendiri.

“Kurang lengkap kalau nggak ada, saya kan demen bikin kolak gitu-gitu. Anak-anak saya juga pada suka. Lagian setahun cuma sekali, jadi ya saya nikmatin aja,” kata Siti.

Namun, di luar bulan puasa, kolang-kaling jarang masuk daftar belanjaannya.

“Jarang. Kalau nggak puasa, paling beli buah-buahan biasa. Kolang kaling tuh identiknya emang bulan puasa,” kata dia.

Di tengah gempuran jajanan hingga minuma viral, kolang-kaling tetap menjadi buruan saat Ramadan.

Kebiasaan dan kebutuhan akan sajian khas buka puasa membuat kolang kaling terus dicari, mengisi lapak-lapak pasar sejak pagi hari.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bangga Anak Dinaturalisasi, Penerima LPDP Panen Hujatan
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KAI Ungkap 1,58 Juta Tiket Lebaran 2026 Ludes Terjual
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Warga Teheran Tak Bisa Tidur Nyenyak di Tengah Memanasnya AS-Iran
• 3 jam laludetik.com
thumb
Jadwal Imsak 22 Februari 2026 di Serang, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi, Bandung
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Pemerintah Tegaskan Impor Pakaian Bekas Asal AS Hanya Berupa Bahan Baku Industri
• 33 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.