Alternatif Bumbu Kaya Rempah untuk Sahur dan Buka Puasa

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Momen Ramadhan membawa suasana hangat di meja makan. Aktivitas memasak menjadi jauh lebih intens dari biasanya.

Salah satu tantangan terbesarnya sering kali muncul saat sahur, di mana waktu yang terbatas menuntut kreativitas untuk menyajikan hidangan lezat secara kilat. Kondisi ini memicu perubahan perilaku konsumen yang kini lebih selektif. Masyarakat tidak lagi hanya mencari bumbu yang sekadar asin atau manis, melainkan bumbu multifungsi yang praktis, kaya rasa, namun tetap mengedepankan keamanan konsumsi bagi keluarga.

Baca Juga
  • Resep Soda Tropical: Takjil Segar, Sehat, dan Anti-Ribet untuk Buka Puasa
  • Mengenal Autofagi, Ketika Tubuh 'Makan' Sel Rusak Saat Puasa
  • Jangan Langsung Makan Gorengan Saat Buka Puasa, Ini Kata Pakar Gizi

Banyak keluarga disebut mulai beralih mengurangi penyedap rasa buatan dan beralih ke alternatif yang kaya rempah. Di sinilah Asia Harum Sedap kecap inggris mulai mengambil peran di dapur-dapur modern. Produk ini tidak hanya menawarkan rasa gurih dan sedikit asam yang khas, tetapi juga membawa karakter kuat dari 90 persen rempah pilihan. Hal ini membuat masakan memiliki dimensi rasa yang kompleks tanpa perlu lagi ditumpuk dengan micin tambahan.

Fleksibilitas bumbu ini menjadikannya "senjata rahasia" untuk berbagai situasi. Bayangkan saat sahur, Anda hanya punya waktu 15 menit untuk mengolah tumis ayam atau seafood; sedikit sentuhan kecap inggeris mampu mengangkat aroma dan rasa secara instan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Begitu pula saat menyiapkan buka puasa, bumbu ini bisa digunakan sebagai marinasi daging bakar, campuran nasi goreng, hingga memperkaya rasa menu ikonik seperti rendang, gulai, dan opor. Bahkan, bagi pecinta camilan, ia bisa disulap menjadi saus cocolan simpel untuk gorengan hangat.

Tim marketing Asia Harum, Vina, mengatakan fenomena ini sebagai bentuk adaptasi keluarga modern yang menginginkan kualitas tanpa keribetan proses panjang. “Konsumen cenderung mencari bumbu yang bisa digunakan untuk berbagai menu sekaligus. Kami melihat kebutuhan akan produk yang praktis, kaya rempah, halal, dan sudah BPOM semakin tinggi karena keluarga ingin memasak lebih mudah tanpa tambahan penyedap,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Ahad (22/2/2026).

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KA Singasari Kian Primadona, Penumpang Januari 2026 Tembus 38 Ribu
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pramono Anung Tindak Tegas Lapangan Padel yang Langgar Aturan Kebisingan, Izin Terancam Dicabut
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Komisi C DPRD Kota Malang Warning DPUPRPKP, Proyek Drainase Rp145 M Harus Tuntas tanpa Masalah
• 1 jam lalurealita.co
thumb
Kata PBB soal Peran Indonesia di Board of Peace
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
5 Sahabat Nabi Muhammad Paling Kaya dan Dermawan
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.