Proyek Jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Surabaya–Sidoarjo resmi memasuki tahap desain teknis. Pemerintah menargetkan pembangunan fisik dimulai pada 2027 setelah proses perencanaan detail rampung dan siap ditenderkan.
Tahap awal ini ditandai dengan pelaksanaan Kickoff Meeting Railway Design Consultant (RDC) untuk proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Fase I yang digelar pada 13 Februari. Pertemuan tersebut melibatkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, Bank Pembangunan Jerman (KfW), Chodai Co. Ltd sebagai konsultan desain, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Catur Wibisono Plt Direktur Prasarana Perkeretaapian DJKA menegaskan, penyusunan desain menjadi fondasi utama sebelum proyek masuk tahap konstruksi. Menurutnya, jalur KRL Surabaya–Sidoarjo bukan proyek sederhana karena menyangkut banyak aspek teknis dan operasional.
“Semua hal prinsipal baik utilitas, fasilitas, heritage seperti di Stasiun Gubeng, maupun keselamatan di perlintasan harus didesain secara mendalam,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima suarasurabaya.net.
BACA JUGA: Khofifah Pastikan Proyek SRRL Fase 1 Mulai Dibangun Tahun Depan
BACA JUGA: Duta Besar Jerman Tinjau Langsung Proyek SRRL di Surabaya, BTP Pastikan Sesuai Jadwal
Ia menambahkan, kompleksitas proyek semakin tinggi karena pembangunan harus dilakukan tanpa mengganggu operasional kereta api yang sudah berjalan di lintas tersebut. Karena itu, koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menjadi kunci percepatan.
SRRL Fase I-A akan menghubungkan antara Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Sidoarjo dengan konstruksi jalur Kereta Rel Listrik (KRL).
Rencananya, Depo Sidotopo juga akan dipersiapkan untuk Depo KRL pada SRRL ini. SRRL diharapkan dapat menjadi solusi kemacetan di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo pada pagi dan sore hari.
“(Proyek) ini sudah bukan wacana lagi. Semua akan dirancang detail baik kelistrikannya, melewati jembatan seperti apa, kemudian akan jadi dasar untuk ditenderkan ke konstruksinya,” ujar Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur.
Ia juga mengungkapkan bahwa pendanaan sebesar 230 juta euro telah tersedia untuk mendukung pelaksanaan tahap awal SRRL. (saf/iss)




