Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan keuntungan bersih mitra Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) yang disebut mencapai Rp 1,8 miliar per tahun. Badan Gizi Nasional memastikan klaim tersebut tidak sesuai fakta teknis maupun skema investasi program.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya, menegaskan angka Rp 1,8 miliar yang ramai dibicarakan publik bukan keuntungan, melainkan bagian dari proses pengembalian investasi yang sebelumnya diwajibkan kepada mitra.
“Pernyataan mitra mendapat ‘untung bersih’ Rp 1,8 miliar itu tidak benar. Itu angka fiktif, bukan margin, melainkan pengembalian investasi tahap awal,” ujar Sony, Minggu (22/2/2026).
Sony menjelaskan investasi mitra SPPG mencakup pengadaan lahan, pembangunan fasilitas, hingga peralatan dapur berstandar tinggi. Pemerintah memberikan insentif sebagai bentuk penghargaan atas investasi besar yang ditanamkan mitra.
“Kompor harus bertekanan tinggi, instalasi limbah wajib punya IPAL, ada penyaring lemak dan standar teknis lain. Insentif pemerintah diberikan agar spesifikasi dapur MBG terpenuhi,” tambahnya.
Menurut Sony, investasi awal yang harus disiapkan mitra berdasarkan Juknis 401.1 Tahun 2026 berada pada kisaran Rp 2,5 miliar hingga Rp 6 miliar, bergantung lokasi dan harga lahan. Dana tersebut sepenuhnya termasuk belanja modal (CapEx).
Selain itu, BGN juga membantah keterkaitan mitra SPPG dengan kelompok politik tertentu. Sony menegaskan proses verifikasi tidak menyinggung latar belakang politik ataupun asosiasi pengusaha.
“Verifikasi hanya memeriksa legalitas yayasan, NPWP, NIB, dan memastikan lokasi dapur memenuhi standar. Tidak ada pengecekan afiliasi politik,” tegasnya.
Proses verifikasi dilakukan oleh 120 verifikator, bukan oleh pimpinan BGN. Selain itu, 30 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) juga diterjunkan untuk mengecek langsung kondisi lapangan.
“SPPI hanya melihat spesifikasi dan fisik dapur MBG. Tidak ada pertanyaan siapa pemiliknya atau terafiliasi partai apa,” ujar Sony.
Editor: Redaksi TVRINews





