Melepas NS, Anak yang Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, ke Peristirahatan Terakhir

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Duka menyelimuti keluarga NS, bocah laki-laki berusia 13 tahun yang diduga tewas usai dianiaya ibu tirinya. Tangis pun pecah saat remaja itu hendak dibawa dari rumah duka ke liang lahat.

Ibu kandung NS datang ke rumah duka. Bersama sang nenek, ia tak kuasa menahan tangis kepergian anaknya.

Sejak keluarganya berpisah, NS tinggal bersama sang ayah Anwar Satibi dan ibu tirinya, TS. Lalu, sejak SMP, ia masuk pesantren.

NS dimakamkam di kampung halamannya, Pemakaman Keluarga Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jumat (20/2) sore.

Ia dibawa ke kampung halamannya usai menjalani autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Kota Sukabumi. Dari hasil autopsi, ditemukan sejumlah luka.

“Dengan luka bakar di anggota gerak, di lengan, di kaki kanan dan kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung dan luka bakar juga ada di area bibir dan hidung,” ujar Kepala RS Bhayangkara Setukpa Kombes dr Carles Siagian, dikutip Minggu (22/2).

Carles menyatakan dokter forensik belum bisa menyimpulkan apakah luka bakar itu dari sebuah penganiayaan atau bukan. “Penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan karena dari luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian,” imbuhnya.

Dia melanjutkan pemeriksaan dalam juga telah dilakukan terhadap organ-organ dalam seperti jantung dan paru-paru. Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan laboratorium di Jakarta untuk mengecek kandungan zat-zat lain di dalam organ tersebut.

“Paru-paru tadi diperiksa karena paru-paru sedikit membengkak, apakah memang itu karena korban sebelumnya punya penyakit atau tidak,” ujarnya.

Mengenai luka kekerasan tumpul, Carles menyatakan tidak ada. “Jadi ada luka yang tadi disampaikan di area bibir bagian atas dan dekat hidung, tetapi itu luka yang sudah lama, tidak bisa dipastikan apakah tumpul dan tidak sembuh sehingga menjadi luka,” katanya.

Diduga Dianiaya Ibu Tiri

Isu dugaan penganiayaan sempat mencuat di tengah masyarakat, termasuk kabar bahwa korban diduga mengalami kekerasan serius, oleh orang tua tiri. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut masih dalam proses pendalaman dan belum dapat disimpulkan sebelum hasil autopsi keluar.

Ibu tiri korban, TR (47), membantah tudingan bahwa dirinya menganiaya Nizam hingga menyebabkan luka dan kematian.

“Iya itu sakit saja, sakit panas, kalau kemarin dari Pak Surahman yang di BAP di Polsek itu tapi tidak memberikan bukti otentiknya hanya melihat dari HP kalau anak itu didiagnosa kanker darah, Leukimia autoimun, jadi itu bener sakit,” ujar TR, Sabtu (21/2).

TR menyatakan bahwa kondisi korban disebabkan oleh penyakit serius yang disebutnya berkaitan dengan gangguan darah seperti kanker.

Dalam video pada saat dirawat, muka NR tampak jelas penuh luka. Baik di bagian mata maupun sekitar hidung. Tangannya pun dalam kondisi memakai infus. Napasnya tersengal-sengal. Saat ditanya, suara jawabannya terdengar lirih, tidak terlalu jelas.

Salah satu pertanyaan yang disampaikan seseorang kepada Nizam adalah apakah benar pernah disuruh meminum air panas, dia pun mengangguk.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perjanjian Tarif Resiprokal RI-AS Tetap Berproses Pascaputusan Mahkamah Agung AS
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bapanas Pastikan Harga Pangan Stabil di Merauke Selama Ramadhan 2026
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Potret Polisi Bertanjak, Wajah Baru Polda Riau Penjaga Budaya dan Alam
• 17 jam laludetik.com
thumb
DPR Sorot Rencana Impor Kendaraan Niaga Kopdes Merah Putih dari India: Belanja Pemerintah Harus Perkuat Lapangan Kerja!
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
BGN Bantah Mitra SPPG Untung Bersih Rp 1,8 Miliar Per Tahun
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.