Imbau Presiden Batalkan Impor 105.000 Mobil untuk Kopdes Merah Putih, Saleh Husin: Bisa Bunuh Industri otomotif

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

JAkarta, VIVA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengimbau Presiden Prabowo Subianto untuk membatalkan rencana impor 105.000 kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Impor mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) dinilai dapat mematikan industri otomotif di dalam negeri,  tidak menggerakkan ekonomi, dan sama sekali bertentangan dengan program industrialisasi yang sedang didorong pemerintah. Selain itu, industri otomotif nasional  menyatakan sanggup menyediakan mobil pikap yang dibutuhkan KDKMP. 

Baca Juga :
DPR: Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih Kontras dengan Komitmen Prabowo
Rachmat Gobel: Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih Tak Sejalan Upaya Penguatan Industri Nasional

“Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi kami mengimbau Bapak Presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga,” kata Wakil Ketua Umum Kadin (WKU) Bidang Industri Saleh Husin, dikutip dari keterangannya, Minggu, 22 Februari 2026.

Mantan menteri perindustrian itu mengatakan perusahaan otomotif di dalam negeri menyatakan siap melayani permintaan KDKMP. Disatu sisi Bapak Presiden sudah menetapkan ekonomi tumbuh 8 persen nah untuk mencapai itu salah satu faktor adalah industri dalam negeri harus tumbuh agar kita dapatkan nilai tambah dan lapangan kerja tercipta serta multiplayer efeknya ikut berkembang.

"Nah harusnya kita dukung keinginan Bapak Presiden tersebut bukan justru mematikan investasi dan industri yang sudah ada," tambahnya.

Kebutuhan mobil pikap oleh KDKMP, demikian Saleh, perlu dijadikan momentum untuk memajukan industri otomotif nasional. Impor kendaraan dalam bentuk utuh (CBU) berdampak luas terhadap industri otomotif dalam negeri yang sudah dibangun. Saleh menjelaskan, Industri komponen otomotif  yang merupakan backward linkage industri perakitan kendaraan bermotor akan terpukul. Kondisi ini mengancam keberlanjutan produksi mobil di dalam negeri. 

Dia menjelaskan, industri komponen otomotif, seperti  mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi, hingga elektronik, sangat menentukan kekuatan rantai pasok industri otomotif.

“Semakin kuat produksi komponen otomotif lokal, semakin tinggi TKDN, penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda terhadap perekonomian. Sebaliknya, jika pasar didominasi kendaraan impor dalam bentuk utuh, maka industri komponen nasional ikut tertekan dan agenda hilirisasi serta industrialisasi dapat melemah,” papar Saleh.

Presiden Prabowo dalam 17 program prioritas dan delapan agenda prioritas menegaskan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi untuk membuka lapangan kerja dan mewujudkan keadilan ekonomi. Program hilirisasi dan industrialisasi diyakini mampu meningkatkan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan memberikan efek ganda terhadap perekonomian. Lewat hilirisasi dan industrialisasi terjadi transfer teknologi dan pengembangan SDM lokal.

Baca Juga :
Impor Pikap India Bisa Perparah Tekanan Pabrikan RI
Prabowo Tegaskan Kepastian Hukum di Depan Investor Global
DPR Soroti Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih: Kapasitas Produksi Nasional Memadai

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Balimau Kasai di Sumatera Barat: Simbol Penyucian Diri Menyambut Ramadan
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Kronologi Tewasnya Istri Anggota DPRD dalam Kecelakaan Maut di Makassar
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Isi Teror pada Ibunda Tiyo Ardianto Ketua BEM UGM, Diserang Balik Isu KIP Kuliah
• 7 jam laludisway.id
thumb
Cegah Kemacetan, Pedagang Takjil Jakut Diminta Tak Berjualan di Trotoar
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komisi VIII DPR Pantau Penyaluran Bansos PKH dan Sembako di Batam
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.