Bisnis.com, JAKARTA — Emiten sawit PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) membukukan peningkatan pendapatan dan laba bersih sepanjang tahun 2025.
Pada tahun lalu, AALI membukukan laba bersih sebesar Rp1,47 triliun, yang didukung oleh pendapatan sebesar Rp28,6 triliun. Pendapatan ini naik 31,35% secara tahunan, dari sebelumnya sebesar Rp21,81 triliun.
Pendapatan Astra Agro Lestari berasal dari minyak sawit mentah dan turunannya sebesar Rp25,52 triliun, inti sawit dan turunannya sebesar Rp3,12 triliun, dan pendapatan lainnya senilai Rp10,92 miliar.
Sementara itu, berdasarkan segmen operasinya, AALI memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp11,77 triliun dari segmen operasi di Sumatra, lalu Rp12,88 triliun dari Kalimantan, dan sebesar Rp16,67 triliun dari Sulawesi.
Kemudian, beban pokok pendapatan AALI naik 30,04% dari sebelumnya sebesar Rp18,47 triliun, menjadi Rp24,02 triliun. Laba bruto AALI juga naik 30,56% menjadi Rp4,36 triliun, dari Rp3,34 triliun secara tahunan.
Adapun laba bersih AALI juga tercatat meningkat 28,25% secara tahunan menjadi Rp1,47 triliun. Laba bersih ini naik secara tahunan dari Rp1,14 triliun pada tahun 2024.
Baca Juga
- Astra Agro (AALI) Rogoh Kocek Rp571,04 Miliar Bayar Denda Satgas PKH
- Ada Tarif Global Trump, Pemerintah Upayakan Sawit hingga Tekstil Cs Tetap 0%
- Tok! 1.819 Produk RI Bebas Tarif Masuk AS, Ada Sawit hingga Semikonduktor
Alhasil, laba per saham AALI naik menjadi Rp764,65 per saham, dari sebelumnya sebesar Rp596,22 per saham. Sampai akhir tahun 2025, AALI membukukan total aset sebesar Rp27,04 triliun, turun dari Rp28,79 triliun pada akhir tahun 2024.
Sementara itu, total liabilitas AALI turun menjadi Rp2,88 triliun per 31 Desember 2025, dari sebelumnya sebesar Rp5,59 triliun per 31 Desember 2024. Adapun total ekuitas AALI naik dari Rp23,2 triliun pada 2024, menjadi Rp24,15 triliun pada 2025.



