Tren Cara Ngemil Gen Z dan Generasi Sebelumnya, Mana yang Lebih Asik?

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Gaya hidup masyarakat Indonesia terus mengalami perubahan, termasuk dalam hal kebiasaan ngemil. Jika dulu aktivitas menikmati camilan identik dengan suasana rumah bersama keluarga, kini generasi muda—terutama Gen Z—menjadikan ngemil sebagai bagian dari rutinitas harian yang lebih dinamis. 

Tidak hanya dilakukan saat bersantai di rumah, ngemil kini juga hadir di sela-sela jam kerja, saat mengerjakan tugas di kafe, hingga ketika nongkrong bersama teman. Scroll lebih lanjut yuk!

Baca Juga :
Gen Z Paling Rajin Nabung dan Investasi, Harga Rumah Selangit dan Ekonomi Tak Pasti Jadi Pemicu
Begini Merayakan Imlek ala Gen Z

Camilan menjadi teman setia dalam berbagai aktivitas, sekaligus penunjang suasana agar lebih santai dan menyenangkan.

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang cenderung menikmati kudapan tradisional saat momen tertentu, Gen Z lebih fleksibel dalam memilih waktu dan tempat. Mereka gemar membawa snack praktis yang mudah dikonsumsi di perjalanan atau saat beraktivitas. 

Selain faktor kepraktisan, tren juga memegang peranan penting dalam menentukan pilihan camilan. Mulai dari rasa unik, kolaborasi dengan brand populer, hingga kemasan yang estetik dan Instagramable, semuanya menjadi daya tarik tersendiri.

"Jadi yang namanya snack itu memang ada momennya, momen in home dan momen out of home. Nah ketika dia di luar, sebenarnya bedanya adalah berhubungan dengan bagaimana apa yang ingin dia konsumsi dan tekaran biasanya," kata Markeing Director Mondelez Indonesia, Anggya Kumala, dalam wawancara eksklusif di Jakarta, Jumat 20 Februari 2026.

Markeing Director Mondelez Indonesia, Anggya Kumala
Photo :
  • VIVA/RIZKYA FAJARANI BAHAR

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa konteks konsumsi memengaruhi pilihan jenis dan porsi camilan.

"Kadang-kadang mereka itu lebih suka sama tren-tren, lebih terekspos dengan tren," jelasnya. 

Generasi muda sekarang juga dinilai cenderung lebih responsif terhadap perkembangan tren, baik dari sisi rasa maupun kemasan.

"Nah apakah tren itu berupa culture seperti music gitu? Tapi juga bisa berupa tren ingredient. Jadi misalnya rasanya apa, rasanya apa gitu ya. Itu juga ada. Jadi makanya kenapa kita akan memiliki jawaban baik dari sisi kemasan maupun dari sisi rasa," katanya. 

Tren budaya populer hingga inovasi bahan menjadi pertimbangan penting dalam strategi produk camilan masa kini. Fenomena kolaborasi dengan budaya pop pun semakin marak. Seperti halnya OREO yang berkolaborasi dengan Baby Monster guna mendukung tren anak-anak muda penggemar K-pop.

Baca Juga :
Debut Penuh Warna, Svararasa Rilis 'Akhir Nanti' dan Satukan Romansa Gen Z dengan Warisan Musisi Legendaris
Jamu Tak Lagi Kuno, Trennya Kini 'Mewabah' ke Gen Z
Prediksi Tren IT 2026 yang Akan Pengaruhi Dunia Usaha

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ungkap Isi Pertemuan dengan Trump dan 12 Pengusaha AS
• 21 jam laludetik.com
thumb
KPK Dukung UU Perampasan Aset demi Beri Efek Jera bagi Koruptor
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Geng Motor Serang Kelompok Remaja di Warakas Pakai Sajam, Polisi Selidiki
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
BPJS Kesehatan Denpasar Diteror Orang Tak Dikenal
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Menteri PU Prioritaskan Revitalisasi 16 Jembatan dan 50 Bendung di Jember
• 1 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.