Impor Jagung dari AS Dipastikan Hanya untuk Industri

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menegaskan kebijakan membuka akses impor jagung dari Amerika Serikat (AS) tidak akan mengganggu.

Impor Jagung dari AS Dipastikan Hanya untuk Industri (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menegaskan kebijakan membuka akses impor jagung dari Amerika Serikat (AS) tidak akan mengganggu produksi jagung dalam negeri.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto menjelaskan bahwa kebijakan tersebut secara khusus diperuntukkan bagi kebutuhan bahan baku industri makanan dan minuman (mamin).

Baca Juga:
Krakatau Steel (KRAS) Gandeng Kejagung Usai Disuntik Danantara Rp4,39 Triliun

"Ketentuan ini mengatur bahwa Indonesia memberikan akses impor Jagung asal AS untuk peruntukan bahan baku industri mamin dengan volume tertentu per tahun," kata Haryo dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, kebutuhan impor jagung untuk industri mamin pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar 1,4 juta ton. Ini dilakukan lantaran jagung asal AS dinilai memiliki spesifikasi dan standar mutu yang sesuai dengan kebutuhan industri pengolahan dalam negeri.

Baca Juga:
Kementan Perkuat Pengembangan Jagung untuk Kebutuhan Industri

"Kebutuhan importasi jagung untuk industri mamin pada tahun 2025 sekitar 1,4 juta ton. Produk jagung asal AS memiliki spesifikasi dan standar mutu sesuai yang dibutuhkan oleh industri mamin," tambahnya.

Lebih lanjut Haryo mengungkap, kebijakan ini juga bukan berarti Indonesia diwajibkan mengimpor jagung dari AS setiap tahun dalam jumlah tetap. Akses impor diberikan secara terukur dan disesuaikan dengan kebutuhan industri, terutama untuk memastikan kesinambungan pasokan bahan baku.

Baca Juga:
Kemenkeu Tegaskan Penggeledahan Rumah Pejabat Pajak oleh Kejagung Hoaks

"Ketentuan ini penting untuk Indonesia dalam rangka memastikan kecukupan bahan baku utama pada industri Mamin yang memiliki kontribusi 7,13 persen terhadap PDB Nasional, dan menyumbang 21 persen dari total ekspor industri nonmigas (atau senilai USD48 Miliar), dan menyerap lapangan kerja hingga 6,7 juta pada tahun 2025," kata Haryo. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menlu Sugiono Ungkap Makna RI Jadi Wakil Panglima ISF
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Blunder Penjaga Gawang PSM Makassar Reza Arya saat Lawan Persija Disorot Asing, Sang Kiper Disejajarkan dengan Andre Onana
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Sutra Rilis Kampanye Edukasi, Tekankan Kondom Sebagai Proteksi Diri dan Pasangan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Trump naikkan tarif global baru dari 10 jadi 15 persen
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Bansos PKH dan Sembako Sudah Cair Awal Ramadan, Realisasi Capai Rp15 T
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.