Penulis: Toni Triyadi
TVRINews - Kabupaten Karawang
Puluhan ekor domba milik warga di Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok, dilaporkan mati mendadak dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Peristiwa tersebut membuat para peternak merugi hingga puluhan juta rupiah.
Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 30 ekor domba mati secara bertahap di sejumlah kandang milik warga. Kematian terjadi tidak serentak, namun terus bertambah dari pekan ke pekan.
Salah satu peternak, Emad, mengaku kehilangan 12 ekor domba. Ia menyebut hewan ternaknya sempat menunjukkan tanda-tanda tidak biasa sebelum akhirnya mati.
“Awalnya tidak mau makan, kemudian diare, terlihat lemas, dan bulunya rontok. Tidak lama setelah itu mati,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat para peternak khawatir, terutama karena sebagian besar menggantungkan penghasilan dari usaha ternak domba. Selain kerugian materi, mereka juga cemas kematian terus berlanjut apabila tidak segera ditangani secara menyeluruh.
Menindaklanjuti laporan warga, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang turun langsung melakukan pemeriksaan ke lokasi.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan dugaan kematian dipicu gangguan saluran pencernaan yang dipengaruhi faktor cuaca serta kebersihan kandang.
Kepala Bidang Peternakan, dr Nani, menyampaikan bahwa petugas telah memberikan penanganan terhadap ternak yang masih menunjukkan gejala sakit.
“Petugas memberikan pengobatan dan penyuntikan pada ternak yang terindikasi sakit, serta mengimbau peternak untuk meningkatkan kebersihan kandang dan manajemen pakan,” ujarnya.
Pihak dinas juga meminta peternak lebih rutin membersihkan kandang, memastikan sirkulasi udara tetap baik, serta memperhatikan kualitas pakan agar tidak lembap atau tercemar.
Pemantauan lanjutan akan terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian serta mencegah bertambahnya jumlah ternak yang mati.
Sementara itu, para peternak berharap ada langkah cepat dan solusi konkret agar usaha mereka tidak semakin terdampak.
Editor: Redaksi TVRINews





