Berburu takjil memang tidak ada habisnya selama bulan Ramadan. Hal ini terlihat dari ramainya masyarakat yang mengantre berburu takjil di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, pada hari keempat puasa, Minggu (22/2).
Warga datang dengan membawa keluarganya. Salah satunya, Lia (33), warga Pluit, Jakarta Utara, yang ingin merasakan berbuka puasa di Masjid Sunda Kelapa pada akhir pekan.
“Kebetulan memang karena ini hari libur, jadi kita sekalian ajak anak bermain saja sih,” ujar Lia saat ditemui di lokasi.
Lia membawa suami dan anaknya untuk menjajal berbagai menu yang dijual. Di Masjid Sunda Kelapa, terdapat berbagai macam dagangan untuk takjil buka puasa seperti gorengan, es teler, kolak, maupun kue-kue basah. Makanan ringan pun menjadi pilihannya untuk berbuka puasa nanti.
“Kalau takjil biasanya kita kalau buka tuh nggak pernah yang langsung makanan berat ya. Biasanya asin-asin kayak gorengan gitu-gitu sih, yang simpel-simpel saja,” tuturnya.
Selain makanan ringan, makanan berat pun cukup bervariasi, mulai dari soto Betawi, sate Padang, hingga bakso.
Selain Lia, pembeli lainnya, Andri (23), juga mencari bukaan puasa di Masjid Sunda Kelapa untuk bekal salat tarawih bersama teman-temannya.
“Insyaallah lanjut sampai tarawih nanti ya di sini juga sambil cari-cari takjil,” ungkapnya.
Rezeki untuk Pedagang
Salah satu pedagang takjil di Masjid Sunda Kelapa, Ela (56), mengaku pembeli cukup ramai sejak hari pertama puasa. Ia mengatakan dagangan yang ia jajakan sejak sekitar pukul 14.00 selalu habis.
“Saya kan goreng di sini, ada kolak, lontong, mihun, mi, minya habis,” kata dia sambil menjajakan dagangannya.
Dari segi omzet dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menurutnya tahun ini cenderung stabil.
“Alhamdulillah stabil sih, saya juga kan jualnya segini-segini saja, soalnya kan ini kolak saja orang lain 10 (ribu),” ujarnya.





