Pakistan melancarkan beberapa serangan udara yang menargetkan militan di negara tetangga Afghanistan. Anak-anak termasuk di antara puluhan orang yang tewas dan terluka.
Dilansir AFP, Minggu (22/2/026), serangan semalam merupakan serangan yang paling luas sejak bentrokan perbatasan pada bulan Oktober yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua sisi dan melukai ratusan orang.
Pakistan mengatakan mereka menyerang tujuh lokasi di sepanjang wilayah perbatasan yang menargetkan kelompok militan yang berbasis di Afghanistan. Serangan tersebut setelah insiden bom bunuh diri baru-baru ini di Pakistan.
"Militer menargetkan Taliban Pakistan dan sekutunya, serta afiliasi dari kelompok Negara Islam," kata sebuah pernyataan dari Kementerian Informasi dan Penyiaran.
Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan "puluhan warga sipil yang tidak bersalah, termasuk wanita dan anak-anak, gugur dan terluka" ketika serangan menghantam sebuah madrasah dan rumah-rumah di provinsi Nangarhar dan Paktika.
Seorang jurnalis AFP di distrik Bihsud, Nangarhar melaporkan warga dari sekitar daerah terpencil dan gunung itu bergabung dengan tim penyelamat di sebuah desa. Proses evakuasi menggunakan ekskavator dan sekop untuk mencari jenazah di bawah reruntuhan.
"Orang-orang di sini adalah orang biasa. Penduduk desa ini adalah kerabat kami. Ketika pemboman terjadi, seorang yang selamat berteriak meminta bantuan," kata tetangga Amin Gul Amin, 37 tahun.
Polisi Nangarhar mengatakan serangan bom mulai sekitar tengah malam dan menghantam tiga distrik.
"Warga sipil tewas. Di satu rumah, ada 23 anggota keluarga. Lima orang yang terluka telah dievakuasi," kata juru bicara polisi Sayed Tayeeb Hammad.
(yld/knv)





