Penulis: Octavian Dwi
TVRINews, Jakarta
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, menyampaikan bahwa Harmoni Imlek Nusantara menunjukkan budaya Tionghoa sudah lama menjadi bagian dari Indonesia.
Hal ini disampaikan Mari Elka di Festival Harmoni Imlek Nusantara yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu 22 Februari 2026.
“Mulai dari abad 13–14 orang Tionghoa sudah berada di sini dan kita menjadi bagian dari Indonesia, baik dari segi perjuangan, dari segi akulturasi budaya, makanan, busana, dan lain sebagainya. Jadi bahwa orang Tionghoa itu sebenarnya bagian dari Indonesia,” ujar Mari Elka ditemui tvrinews di lokasi acara.
Ia menambahkan bahwa momentum Imlek tahun ini yang bertepatan dengan perayaan besar lainnya menjadi hal yang spesial, sehingga turut diangkat dalam perayaan kali ini.
“Imlek itu kejadiannya pada saat bulan puasa Ramadan, tapi juga bulan puasa Katolik ya, untuk menuju ke Paskah, dan juga ada Nyepi di dalamnya. Jadi ada beberapa agama dan ethnic grup yang menjadi satu di dalam minggu-minggu ini. Maka itu tema Imlek Nusantara sangat tepat, dalam arti kita beragam, tapi kita bersatu,” lanjutnya.
Mantan Menteri Perdagangan itu juga berpesan bahwa dengan keberagaman yang ada dapat menjadi modal persatuan bangsa.
“Selamat Hari Raya Imlek untuk kita semua. Ini adalah Hari Raya Imlek tetapi kita rayakan dalam suasana puasa Ramadan, dan juga puasa untuk umat Katolik, dan juga Nyepi. Jadi ini menunjukkan keberagaman tetapi kebersatuan antara kita semua, Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya.
Festival Harmoni Imlek Nusantara akan terus berlangsung mulai 22 Februari hingga 3 Maret 2026 dengan festival UMKM, penampilan dan hiburan yang berbeda-beda tiap harinya dimulai dari pukul 15.00 hingga 22.00 WIB di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat
Editor: Redaktur TVRINews





