Jakarta: Kelas menengah adalah kelompok dalam struktur sosial ekonomi yang berada di antara kelas atas dan kelas bawah. Kelompok ini dianggap memiliki peran penting dalam perekonomian karena konsumsi dan daya belinya yang tinggi, serta kontribusinya terhadap stabilitas sosial dan politik.
Dilansir KLC Kemenkeu, konsep dari Bank Dunia digunakan dalam menentukan klasifikasi kelas masyarakat. Secara umum, perhitungan ditentukan dengan jumlah konsumsi per kapita individu masyarakat dibandingkan dengan garis kemiskinan, dengan kriteria sebagai berikut: Klasifikasi kelas masyarakat Berdasarkan Bank Dunia, berikut ambang batas garis kemiskinan:
- Miskin konsumsi per kapita kurang dari garis kemiskinan
- Rentan konsumsi per kapita antara 1 – 1,5 kali dari garis kemiskinan
- Menuju Kelas Menengah konsumsi per kapita antara 1,5 – 3,5 kali dari garis kemiskinan
- Kelas Menengah konsumsi per kapita antara 3,5 – 17 kali dari garis kemiskinan
- Kelas Atas konsumsi per kapita lebih dari 17 kali dari garis kemiskinan
Baca Juga :
Bukan Sekadar Simpan Uang, Ini 5 Dampak Positif Investasi bagi Masa Depan(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Pendidikan yang lebih tinggi juga memungkinkan individu memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan berpenghasilan lebih tinggi, yang pada gilirannya mendukung pertumbuhan kelas menengah. 3. Mobilitas dan kerentanan Meskipun kelas menengah tumbuh cukup cepat di beberapa negara, kelompok ini tetap rentan terhadap penurunan status ekonomi. Misalnya, kelompok dengan pengeluaran sekitar USD2 per hari masih sangat rentan untuk jatuh kembali menjadi kelompok miskin.
Kelas menengah adalah salah satu pilar penting dalam stabilitas sosial dan ekonomi sebuah negara. Meskipun batasan pendapatan yang mendefinisikan kelas menengah berbeda-beda di setiap negara, kelas ini umumnya mencerminkan kelompok yang memiliki cukup sarana untuk menjalani kehidupan yang nyaman namun masih rentan terhadap perubahan ekonomi.




