Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi buka suara terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Brimob terhadap seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) berinisial AT (14) hingga meninggal dunia di Tual, Maluku.
Arifah mengatakan saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan dinas setempat.
"Kita masih koordinasi dengan UPTD dan dinas setempat, nanti kalau sudah ada data yang lebih oke lagi kita kasih tau," kata Arifah saat ditemui di Jakarta, Minggu, 22 Februari 2026.
Arifah menambahkan, koordinasi masih berlangsung di tingkat kabupaten/kota untuk memastikan penanganan kasus berjalan sesuai prosedur.
"Jadi ini masih koordinasi di level Kabupaten/Kota," ucapnya.
Kejadian penganiayaan berawal saat seorang siswa MTsN Maluku Tenggara, Arianto Tawakal (14), yang diduga dipukul di kepala oleh Bripda MS hingga meninggal dunia.
Kemudian, kakaknya, Nasrim Karim (15) juga mengalami patah tulang akibat penganiayaan. Peristiwa ini terjadi di sekitar Kampus Uningrat, Kota Tual.
Editor: Redaktur TVRINews





