Isi Surat Seina, Santriwati Depok yang Hilang sejak 2 Februari

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Saina Tazkiya Zulala Azizi (17), santriwati Pondok Pesantren Al Muhajirin, Cilangkap, Tapos, Kota Depok, hilang sejak Senin (2/2/2026) sore.

Sesaat setelah remaja putri itu menghilang, teman sekamarnya menemukan sepucuk surat di atas lemari kamar yang diduga ditulis Saina.

Menurut laporan Polsek Cimanggis, surat tersebut berisi permintaan maaf kepada guru dan teman-temannya serta permintaan agar tidak memberitahukan orangtua atau mencarinya.

"SAYA MEMINTA MAAF UMI DAN USTADZ SERTA TEMAN-TEMAN BAHWA SAYA INGIN PERGI GATAU BERAPA LAMA DAN GATAU KEMANA TOLONG JANGAN KASIH TAU ORANGTUA SAYA JUGA DAN JANGAN DICARI, DAN SAYA MEMINTA TOLONG UNTUK BAYARKAN SEMPOL SAYA SEBESAR RP 2.500,” bunyi surat yang ditinggalkan Saina.

Baca juga: Kronologi Santriwati di Depok Hilang, Belum Ditemukan sejak 2 Februari

Berdasarkan laporan pondok, pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB, Saina tidak hadir dalam kegiatan pengajian bersama murid lain.

Setelah pengajian selesai, teman-teman dan pengurus pondok mengecek kamar korban namun tidak menemukannya. Penemuan surat tersebut menjadi satu-satunya petunjuk awal.

Keesokan harinya, Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, seorang lulusan pondok bernama Fauzan sempat melihat Saina berada di depan Sekolah Kristen Mardi Waluya, Cilodong, Depok.

“Fauzan memanggil korban, tetapi tidak mendapat respons. Wajah korban tampak pucat,” ujar Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (22/2/2026).

Setelah itu, tidak ada informasi terbaru mengenai keberadaan Saina. Polsek Cimanggis telah melakukan berbagai langkah dalam pencarian Saina.

Memeriksa saksi-saksi di pondok dan sekitarnya, mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, dan menelusuri informasi melalui media sosial.

“Hingga saat ini, kami masih terus mencari informasi dari keluarga dan pihak pondok. Belum ada hambatan berarti, hanya informasi keberadaan korban yang masih minim,” jelas Jupriono.

Ia menegaskan bahwa pencarian masih berlangsung tanpa batas waktu tertentu, karena polisi bukan Badan SAR Nasional (Basarnas) yang memiliki standar waktu pencarian tertentu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pihak pondok dan keluarga korban berharap warga sekitar maupun masyarakat yang melihat Saina segera melaporkan ke Polsek Cimanggis.

Hingga berita ini diturunkan, keberadaan Saina masih belum diketahui. Polisi mengimbau masyarakat tetap waspada dan memberikan informasi bila menemui santriwati ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sultan Sebut Peranjian RI-AS Kembangkan Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gebrakan Natalius Pigai: Komnas HAM Naik Level, Punya Unit Penyidik Agar Bisa Tangani Kasus Sendiri
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
3 Juta Penerima Baru PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Cara Cek Status Bansos Terbaru
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Stimulus Diskon dan Single Tarif ASDP Siapkan Mudik Lebaran 2026 yang Lebih Terjangkau
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Angkut 4.480 Tabung Gas Elpiji, KLM Reski Aqila 03 Tenggelam di Perairan Bulukumba
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.