Timika (ANTARA) - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Kelompok Kerja (Pokja) kampung.
Kepala Divisi Program Ekonomi YPMAK, Oktovianus Jangkup di Timika, Minggu, mengatakan program Pokja Kampung dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Suku Amungme dan Suku Kamoro serta lima suku kerabat Papua lainnya, yakni Suku Dani, Damal, Moni, Mee, dan Nduga sebagai penerima manfaat dana kemitraan PT Freeport Indonesia.
"Sebaran Pokja kampung ini di wilayah pesisir, Kota Timika, dan pegunungan," ujarnya.
Jumlah Pokja kampung 2025 terdiri atas 68 Pokja yang tersebar di wilayah pesisir, 15 di wilayah kota, dan delapan di wilayah pegunungan Mimika. Ia mengatakan masa kepengurusan Pokja satu tahun sehingga saat ini Divisi Program Ekonomi YPMAK sedang melakukan persiapan sosialisasi pembentukan pengurus Pokja 2026.
Baca juga: Pj Sekda Mimika: Beasiswa YPMAK motor penggerak pendidikan anak Papua
"Kalau di kalender kerja kami itu bulan Maret, tapi kita menyesuaikan dengan cuaca di laut untuk wilayah pesisir dan juga di udara untuk wilayah pegunungan," kata Oktovianus.
Ia menjelaskan bahwa pembentukan Pokja kampung dilakukan oleh masyarakat kampung. Pengurus Pokja terdiri atas lima orang yang dipilih oleh masyarakat kampung mewakili lima unsur di kampung meliputi aparat kampung, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan tokoh agama.
"Dalam pengurus itu setiap unsur harus di wakili satu orang," ujarnya.
Setelah Pokja tersebut dibentuk, pengurus Pokja menggelar pertemuan bersama masyarakat untuk membahas dan menetapkan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) program kerja kampung. Program kerja difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan melibatkan partisipasi masyarakat di kampung.
Baca juga: YPMAK: Dukungan orang tua menentukan keberhasilan program beasiswa
YPMAK kemudian mengalokasikan anggaran untuk masing-masing Pokja guna mendukung pelaksanaan program kerja dan dikerjakan sesuai RAB yang telah disepakati oleh Pokja dan masyarakat di kampung.
ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan program Pokja kampung ini dengan baik sehingga dapat memperbaiki kehidupan ekonomi masyarakat melalui program-program pemberdayaan ekonomi yang telah disusun bersama masyarakat di masing-masing Pokja.
Baca juga: SATP terapkan pembelajaran sains berbasis edupreneur hidroponik
Baca juga: PT Freeport apresiasi YPMAK terus cetak dokter asli Amungme-Kamoro
Kepala Divisi Program Ekonomi YPMAK, Oktovianus Jangkup di Timika, Minggu, mengatakan program Pokja Kampung dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Suku Amungme dan Suku Kamoro serta lima suku kerabat Papua lainnya, yakni Suku Dani, Damal, Moni, Mee, dan Nduga sebagai penerima manfaat dana kemitraan PT Freeport Indonesia.
"Sebaran Pokja kampung ini di wilayah pesisir, Kota Timika, dan pegunungan," ujarnya.
Jumlah Pokja kampung 2025 terdiri atas 68 Pokja yang tersebar di wilayah pesisir, 15 di wilayah kota, dan delapan di wilayah pegunungan Mimika. Ia mengatakan masa kepengurusan Pokja satu tahun sehingga saat ini Divisi Program Ekonomi YPMAK sedang melakukan persiapan sosialisasi pembentukan pengurus Pokja 2026.
Baca juga: Pj Sekda Mimika: Beasiswa YPMAK motor penggerak pendidikan anak Papua
"Kalau di kalender kerja kami itu bulan Maret, tapi kita menyesuaikan dengan cuaca di laut untuk wilayah pesisir dan juga di udara untuk wilayah pegunungan," kata Oktovianus.
Ia menjelaskan bahwa pembentukan Pokja kampung dilakukan oleh masyarakat kampung. Pengurus Pokja terdiri atas lima orang yang dipilih oleh masyarakat kampung mewakili lima unsur di kampung meliputi aparat kampung, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan tokoh agama.
"Dalam pengurus itu setiap unsur harus di wakili satu orang," ujarnya.
Setelah Pokja tersebut dibentuk, pengurus Pokja menggelar pertemuan bersama masyarakat untuk membahas dan menetapkan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) program kerja kampung. Program kerja difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan melibatkan partisipasi masyarakat di kampung.
Baca juga: YPMAK: Dukungan orang tua menentukan keberhasilan program beasiswa
YPMAK kemudian mengalokasikan anggaran untuk masing-masing Pokja guna mendukung pelaksanaan program kerja dan dikerjakan sesuai RAB yang telah disepakati oleh Pokja dan masyarakat di kampung.
ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan program Pokja kampung ini dengan baik sehingga dapat memperbaiki kehidupan ekonomi masyarakat melalui program-program pemberdayaan ekonomi yang telah disusun bersama masyarakat di masing-masing Pokja.
Baca juga: SATP terapkan pembelajaran sains berbasis edupreneur hidroponik
Baca juga: PT Freeport apresiasi YPMAK terus cetak dokter asli Amungme-Kamoro





