Lalu-lalang warga di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, mendadak melambat saat sekelompok orang dengan pakaian adat khas Betawi mulai memainkan alat musik keroncong. Mereka tidak memainkan sembarang musik, tetapi lagu-lagu religi yang khas terdengar saat bulan Ramadhan tiba.
Lagu-lagu seperti ”Tombo Ati”, ”KebesaranMu”, hingga ”Kun Anta”, yang biasanya terdengar sejuk dan mellow, kali ini dibawakan dengan nuansa ceria khas musik keroncong. Pemilihan musik keroncong ini bukan tanpa sebab. Selain sebagai musik khas Betawi, keceriaan dari musik keroncong diharapkan dapat menghibur warga di bulan Ramadhan, baik yang menunaikan puasa maupun tidak.
”Kita ingin semua terhibur, yang puasa bisa ngabuburit, yang tidak puasa juga bisa menghabiskan waktu sore dengan menyaksikan kami,” ujar Rosdiana, pemain biola di kelompok musik Balle Keroncong, Sabtu (21/2/2026).
Yang membuat penampilan ini menjadi istimewa, para pemain musik yang mayoritas merupakan orang Tugu ini beragama Kristen. Mereka memainkan lagu-lagu religi dengan perasaan penuh sukacita. Vokalis musik Balle Keroncong, Santana, bahkan sampai berlatih mengucapkan bahasa Arab dengan baik di beberapa lagu religi agar sesuai dengan pelafalan yang benar.
Menurut Rosdiana, ini merupakan pertama kali ia dan Balle Keroncong menghibur warga saat bulan Ramadhan. Biasanya mereka menghibur warga saat Idul Fitri atau sebelum Ramadhan tiba. Baginya, ini menjadi salah satu pengalaman yang ia syukuri.
”Bangga banget gue yang seorang Kristiani memainkan lagu-lagu religi bisa menghibur warga yang berpuasa. Terkadang kebawa ’sejuk’ juga dengan lirik-lirik lagunya,” ucap Rosdiana.
Hiburan menjelang buka puasa ini merupakan rangkaian yang digelar Pemerintah Provinsi Jakarta dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Acara bertajuk Harmoni Ramadhan ini berlangsung pada 19-24 Februari dari pukul 16.00 WIB sampai 18.30 WIB.





