Petani Sayuran Siap Jaga Pasokan Selama Puasa dan Lebaran

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Petani sayuran di sejumlah sentra produksi menyatakan kesiapan menjaga pasokan pangan segar selama Ramadan hingga Idulfitri, di tengah tantangan curah hujan tinggi, penyakit tanaman, dan dinamika harga pasar. Kesiapan tersebut menjadi krusial seiring meningkatnya konsumsi masyarakat pada periode hari besar keagamaan.

Didin Silahudin, petani sayuran asal Cianjur, Jawa Barat, mengatakan petani telah menyesuaikan pola tanam jauh hari untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama bulan puasa dan Lebaran.

“Kami dari jauh-jauh hari sudah membuat pola tanam di mana panen direncanakan untuk di bulan puasa. Umumnya untuk hari-hari besar seperti Lebaran biasanya permintaan lebih tinggi,” ujar Didin.

Menurutnya, komoditas seperti cabai, terong, dan timun cenderung mengalami peningkatan permintaan yang relatif bisa diprediksi setiap tahun. Namun, kondisi cuaca tetap menjadi faktor risiko yang memengaruhi produktivitas dan kualitas hasil panen.

Hal senada disampaikan Yustam, petani dari Pati, Jawa Tengah. Ia menyebut petani di daerahnya memahami pola permintaan musiman, tetapi curah hujan yang sangat tinggi belakangan ini memicu penyakit tanaman dan membatasi jam kerja di lahan.

“Kami berharap pemerintah bisa menjaga agar harga jual hasil panen dapat stabil. Demikian juga dengan ketersediaan sarana produksi, seperti pupuk dan benih, serta teknologi pertanian seperti alat mesin pertanian supaya kami lebih efektif dan efisien dalam produksi,” kata Yustam.

Dari sisi makro, Badan Pusat Statistik sejak awal Januari 2026 telah memberikan peringatan dini agar sejumlah komoditas pangan, termasuk cabai rawit, diantisipasi karena berpotensi memicu inflasi menjelang Ramadan.

“Komoditas ini mungkin dapat kita segera antisipasi, karena kita sudah mulai memasuki bulan Ramadan, di bulan depan ini,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemendagri pertengahan Januari lalu.

Pakar pertanian dari IPB University, Prof. Bayu Krisnamurti, menegaskan peran petani sangat sentral dalam sistem pangan nasional, khususnya untuk pangan segar seperti sayur dan buah.

“Tanpa produksi dari petani, tidak akan ada pangan,” ujarnya.

Bayu menilai sistem pangan Indonesia menghadapi tantangan struktural mulai dari krisis iklim, degradasi dan keterbatasan lahan, hingga minimnya infrastruktur pendukung seperti cold chain, alat angkut, dan gudang penyimpanan. Menurutnya, tantangan tersebut memerlukan pendekatan sistemik berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

“Inovasi berbasis riset menjadi sangat penting, bahkan kritikal, untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut,” kata Bayu.

Ia menambahkan, inovasi di sektor perbenihan dan pascapanen menjadi salah satu kunci keberlanjutan usaha tani, terutama dalam menghadapi ketidakpastian iklim.

Dari sisi industri, Corporate Secretary PT East West Seed Indonesia (Ewindo), Faisal Reza, menyatakan peran industri perbenihan tidak hanya menyediakan benih, tetapi juga memperkuat kapasitas petani melalui pendampingan.

“Kami memastikan petani memiliki akses terhadap benih sayuran yang adaptif dan produktif, sekaligus memberikan edukasi yang sesuai dan aplikatif untuk mendapatkan hasil yang optimal,” ujarnya.

Faisal menambahkan, benih yang tepat membantu petani menyusun perencanaan tanam dan panen secara lebih terukur, termasuk untuk menghadapi periode permintaan tinggi seperti Ramadan dan Idulfitri.

“Ketahanan pangan nasional hanya bisa terwujud jika seluruh mata rantai mulai dari riset, industri, hingga petani saling terhubung dan saling menguatkan,” kata Faisal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Petakan Lapangan Padel Bising, Pemprov DKI Bisa Cabut Izin dan Pembatasan
• 18 jam laludetik.com
thumb
Kabar Baik! 6 Ruas Tol Dibuka Gratis saat Mudik Lebaran, Cek Daftarnya
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Baru Berdinas 1 Tahun, Bripda Dirja Diduga Tewas Dianiaya Senior di Asrama Polisi
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lima UMKM Surabaya terima bantuan modal dan peralatan dari DPR RI
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Jessica Meir dan Sophie Adenot, Dua Astronaut Perempuan yang Ikut Misi ke ISS
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.