Pakistan melancarkan serangan udara ke wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan pada Sabtu (21/2) malam.
Dikutip dari AFP, Pakistan mengeklaim militernya menyasar milisi Afghanistan, yang beberapa kali melakukan teror bom bunuh diri ke Pakistan.
Akibat serangan tersebut, 18 orang yang merupakan warga sipil dilaporkan menjadi korban utama.
Serangan di Provinsi Nangarhar dan Paktika disebut sebagai yang terbesar sejak bentrokan perbatasan Oktober lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua pihak.
Polisi Nangarhar menyebut pemboman dimulai sekitar tengah malam dan menghantam tiga distrik.
Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengecam keras aksi tersebut dan menyebut Pakistan menargetkan warga sipil. Ia menyebut pemboman di Nangarhar dan Paktika sebagai tindakan kriminal.
Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan akan memberikan respons yang tepat dan terukur. Ketegangan kedua negara meningkat sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021, sementara negosiasi dan gencatan senjata sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan permanen.





