Pulang Dari Masjid, Warga di Bone Temukan Bungkusan Diduga Sabu “Tempelan”

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, BONE — Langkah Anto Syambaniadam seusai salat Zuhur hari itu tak langsung membawanya pulang. 

Di antara deretan kendaraan yang terparkir dan arus lalu lintas perempatan Jalan Sungai Citarum–Sungai Cenrana, Bone, matanya justru tertahan pada sebuah bungkusan kecil yang tampak tak lazim. 

Benda itu sederhana, namun cukup memancing kewaspadaannya. Anto bukan orang yang awam dengan bentuk-bentuk paket narkotika. 

Pengalaman melihat barang serupa sebelumnya membuatnya peka. Di bawah terik siang, ia memperhatikan lapisan plastik bungkusan tersebut tidak asal, berlapis, dan tampak disembunyikan dengan sengaja. 

Anto memilih berhenti sejenak, menimbang risiko, dan tak mengabaikan firasat. Ia mendekati teman-temannya yang sebelumnya nongkrong bersama sebelum salat. 

Bungkusan itu ditunjukkan ke mereka. Reaksi mereka serupa bentuknya mengingatkan pada paket sabu yang kerap diperdagangkan secara sembunyi-sembunyi. 

Anto sadar, langkah selanjutnya tak boleh keliru. Ia tak menyentuh lebih jauh, tak menyimpannya, dan tak mencoba membuka sendiri. Ia memilih langsung menelpon polisi.

“Ada plastik beningnya, lalu ada lapisan lagi di dalamnya. Saya curiga itu barang tempelan,” ujar Anto, Minggu, 22 Februari 2026.

Tak berselang lama, petugas kepolisian tiba di lokasi. Proses pembukaan bungkusan dilakukan bersama pelapor. 

Di dalamnya, ditemukan serbuk kristal yang dibungkus plastik bening berlapis. Penimbangan awal di tempat menunjukkan berat sekitar satu gram. 

Dari perempatan yang ramai itu, bungkusan kecil diduga sabu itu langsung berubah status menjadi barang bukti.

Penanganan kemudian diambil alih Polres Bone. Aparat mengamankan temuan tersebut dan melakukan pengecekan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada indikasi lanjutan, termasuk kemungkinan kaitan dengan aktivitas peredaran narkoba.

Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra, yang dikonfirmasi terpisah memastikan barang tersebut telah diterima pihaknya dan dibawa untuk pemeriksaan lanjutan. 

“Bungkusan itu sudah kami terima. Nanti dibawa ke Labfor Makassar untuk dites. Hasilnya tidak tentu kapan keluar,” ujar Rayendra singkat.

Pengujian dilakukan di Labfor Makassar. Kepolisian menegaskan, hasil laboratorium menjadi dasar utama untuk menentukan langkah hukum berikutnya. 

Sambil menunggu, polisi tetap mendalami konteks penemuan, termasuk memastikan apakah bungkusan itu terkait jaringan tertentu atau hanya ditinggalkan sementara. (an)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WNA Protes Speaker Tadarus di Gili Trawangan, Kemenag Ingatkan Aturan Pengeras Suara
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Gordon Lebih Kalem Hadapi Rumor Transfer
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Bongkar Peta Kekuatan 5G Indonesia, Siapa Paling Ngebut?
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Potret Festival Musim Dingin Rusia, Ada Lomba Egrang dan Panjat Pinang
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bripda MS Aniaya Anak Madrasah hingga Tewas, Menko Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
• 12 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.