FAJAR, BARRU – Dinamika pelayanan kesehatan yang terus digencarkan dan berkembang, RSUD La Patarai Barru menunjukkan langkah transformasi yang berjalan tanpa banyak sorotan, namun berdampak nyata bagi masyarakat.
Adanya transformasi ini dapat ditakar melalui empat pilar strategis yang menjadi fondasi perubahan, yakni Pelayanan Berfokus Pasien, Manajemen Risiko dan Stabilitas Operasional, Penguatan Kompetensi Layanan Rujukan, serta Transformasi Digital SIMRS,”kata dr Suriadi Nurdin Spb Mkes selaku Direktur RSUD La Patarai Barru ditemui Minggu 22 Februari 2026.
Suriadi mengatakan Pilar pertama, Pelayanan Berfokus Pasien (Patient Centered Care), menjadi arah utama perubahan kultur pelayanan di rumah sakit.
Pendekatan ini menempatkan pasien sebagai pusat setiap proses pelayanan, mulai dari komunikasi medis yang lebih terbuka hingga peningkatan kenyamanan fasilitas layanan. Hasilnya, Indeks Pelayanan Berfokus Pasien berhasil mencapai angka di atas 85 persen yang berada pada kategori sangat baik.
“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi pelayanan tidak hanya berorientasi pada prosedur klinis, tetapi juga pada pengalaman pasien (patient experience) yang lebih humanis dan responsif dan tidak kalah penting adanya dukungan dan support dari Bupati Barru dan Wabup Barru selama ini,”katanya.
“Sementara itu, Pilar kedua penguatan Manajemen Risiko dan Stabilitas Operasional menjadi langkah strategis yang memperkuat fondasi organisasi. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, RSUD La Patarai Barru berhasil menurunkan lebih dari 20 persen risiko tinggi yang sebelumnya teridentifikasi dalam sistem manajemen risiko,” beber Suriadi.
“Penurunan tersebut menjadi indikator meningkatnya ketahanan operasional (Operational Resilience) rumah sakit ditengah arus perubahan dan tekanan faktor eksternal yang kurang stabil, sekaligus mencerminkan keberhasilan implementasi budaya keselamatan dan pengendalian risiko yang lebih terstruktur,”tandasnya.
Pada pilar ketiga, Penguatan Kompetensi Layanan Rujukan, rumah sakit menunjukkan kemajuan signifikan dalam meningkatkan kapasitas layanan medis. Lebih dari 80 persen kasus rujukan kini dapat ditangani langsung di RSUD La Patarai Barru, yang tercermin dari tren peningkatan kunjungan rawat inap dan rawat jalan secara year on year (YOY).
“Peningkatan kemampuan layanan ini turut berkontribusi pada tren pertumbuhan pendapatan rumah sakit yang terus bergerak positif, meskipun masih berada dalam fase pertumbuhan yang moderat,”jelasnya.
Hal tersebut menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang diberikan.
Transformasi tidak berhenti pada aspek pelayanan klinis. Pilar keempat, Transformasi Digital melalui penguatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), menjadi penggerak utama modernisasi layanan.
Saat ini, lanjutnya, implementasi layanan berbasis digital telah melampaui 75 persen dari target strategis yang ditetapkan. Digitalisasi proses layanan mampu meningkatkan kegesitan operasional rumah sakit sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
“Ke depan, optimisme pengembangan layanan digital semakin kuat melalui rencana penguatan interoperabilitas sistem yang akan dipacu pada tahun kedua pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari dan Abustan A. Bintang,” jelasnya.
Transformasi yang dilakukan RSUD La Patarai Barru mungkin tidak selalu terlihat mencolok di permukaan, namun perubahan yang terjadi berjalan konsisten dan terukur. Empat pilar strategis tersebut menjadi cerminan arah baru pelayanan kesehatan daerah yang lebih aman, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui transformasi senyap ini, RSUD La Patarai Barru menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang unggul sekaligus menjadi bagian penting dalam pembangunan kesehatan Kabupaten Barru.(mrl)





