Rilis Internet Rakyat, Begini Rekomendasi Saham WIFI Afiliasi Hashim Djojohadikusumo

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten afiliasi Hashim Djojohadikusumo PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge meluncurkan layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) 1,4 GHz dengan merek IRA atau Internet Rakyat. Peluncuran FWA ini diperkirakan akan menjadi katalis bagi kinerja WIFI ke depan. 

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam risetnya menilai konektivitas berbasis rel, yang dikombinasikan dengan pengembangan fixed broadband dan 5G FWA generasi terbaru melalui produk Starlite, menjadi keunggulan strategis bagi WIFI dalam mempercepat ekspansi jaringan ke segmen yang belum terlayani secara efisien.

“Kami meyakini sinergi antara infrastruktur berbasis rel dan teknologi FWA dapat menjadi katalis positif bagi kinerja WIFI ke depan, seiring meningkatnya penetrasi broadband, pertumbuhan kebutuhan data nasional, serta adopsi layanan Internet Rakyat yang terus bertambah,” ujar Liza dalam risetnya. 

Solusi Sinergi Digital Tbk. - TradingView

Adapun Kiwoom Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham WIFI, dengan menaikkan target harga menjadi Rp4.000 per saham. 

Risiko penurunan untuk saham WIFI menurut Liza datang dari melemahnya daya beli konsumen, kompetisi pasar yang ketat, kenaikan biaya operasional yang dapat menekan profitabilitas ke depan, serta prospek ekonomi Indonesia yang mengalami penurunan outlook.

Sebagaimana diketahui, WIFI melalui anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama meluncurkan layanan 5G FWA 1,4 GHz dengan merek IRA atau Internet Rakyat pekan lalu, Kamis (19/2/2026). WIFI mengklaim layanan ini sebagai 5G FWA 1,4 GHz pertama di dunia yang masuk tahap komersial penuh. 

Baca Juga

  • Laju Pertumbuhan Investor Saham WIFI yang Resmi Pasarkan Internet Rakyat (IRA)
  • Internet Rakyat Emiten Hashim Djojohadikusumo (WIFI) Resmi Masuk Tahap Komersial
  • Surge (WIFI) Resmi Luncurkan IRA, Incar 5 Juta Pelanggan

Direktur WIFI sekaligus Direktur Utama Telemedia Komunikasi Pratama Shannedy Ong mengatakan aktivasi komersial ini menandai transisi dari tahap persiapan jaringan menuju monetisasi layanan.

“Hari ini adalah bukti eksekusi nyata. IRA Internet Rakyat bukan lagi konsep. Dengan target 5.500 site aktif pada 2026 serta arah yang jelas untuk menjangkau lebih dari 5 juta pelanggan, kami menghadirkan fixed broadband 5G yang terjangkau bagi masyarakat mulai hari ini,” ujar Shannedy, Kamis (19/2/2026). 

Pada tahap awal, WIFI menargetkan eksekusi sebanyak 5.500 site jaringan sepanjang 2026 yang tersebar di Region-1 meliputi Jawa, Maluku, dan Papua. Dengan cakupan tersebut, WIFI membidik lebih dari 5 juta pelanggan.

Dari sisi produk, IRA menawarkan paket fixed broadband seharga Rp100.000 per bulan, dengan kecepatan unduh hingga 100 Mbps, dan skema unlimited tanpa batas kuota. WIFI juga menawarkan gratis biaya instalasi dan sewa modem. 

Shannedy menuturkan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz menjadi diferensiasi teknis utama layanan ini. “Keunggulan spektrum 1,4 GHz memberikan kekuatan pada penetrasi indoor, memastikan konektivitas yang stabil dan andal bagi rumah tangga di Pulau Jawa, Maluku, dan Papua,” katanya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Maluku pastikan percepat PTDH Brimob aniaya anak di bawah umur
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Bakal Comeback, Manny Pacquiao Ungkap Kisah Pertarungan Legendaris Melawan Oscar De La Hoya
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Presiden Prancis Puji Putusan MA AS Batalkan Tarif Resiprokal Trump
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Sidang Etik Anggota Brimob Penganiaya Remaja hingga Tewas di Tual Digelar Besok
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Cegah Pungli Parkir, Warga Diminta Rekam Jukir Tanpa Karcis
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.