Khofifah minta kepala daerah se-Jatim inventarisasi warisan budaya

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta kepada setiap bupati dan wali kota se-provinsi setempat terus menginventarisasi seluruh warisan budaya tak benda di masing-masih daerahnya.

Khofifah di Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ) di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan pencatatan detail menjadi bagian merawat dan melestarikan kekayaan budaya asal Jawa Timur untuk diwariskan ke generasi penerus.

"Saya mohon para bupati dan wali kota terus bisa menginventarisir seluruh warisan budaya tak benda yang ada di daerah masing-masing," kata Khofifah.

Setiap catatan warisan budaya tak benda yang diperoleh oleh masing-masing pemerintah daerah akan ditindaklanjuti melalui penggalian guna mengetahui keabsahan, sehingga mampu menjadi penguat pada naskah akademik dan selanjutnya dilakukan digitalisasi.

Khofifah yakin ketika proses pencatatan budaya lengkap dan tersusun rapi, maka memudahkan anak muda dalam mengenal keragaman yang ada. Lalu, dari situ minta untuk terlibat dalam upaya pelestarian akan timbul.

Baca juga: Menbud: WBTbI menjadi instrumen tumbuhkan ekonomi di Indonesia

"Kita bisa mengetahui betapa kayanya budaya di Jawa Timur, itu akan menjadi referensi budaya Indonesia dan dunia," ujarnya.

Dalam kunjungannya ke TKBJ Khofifah menyerahkan tunjangan kehormatan bagi juru pelihara cagar budaya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan pengumpulan dan inventarisasi warisan budaya bukan hanya melestarikan cerita di masa lalu, tetapi lebih jauh lagi sebagai cara membangkitkan kesadaran kolektif antara pemerintah dengan masyarakat.

Kemudian, aspek budaya dikatakannya mampu menjadi motor dalam menguatkan ekosistem pariwisata yang sudah terbentuk di Kota Malang.

Sebab, dari situ daya tawar pariwisata di mata wisatawan dari luar daerah maupun luar negeri semakin bertambah.

Baca juga: Melihat telatah regulator kebudayaan sepanjang 2025

Selain itu, pihaknya juga terus berupaya membumikan kembali kesenian tradisional, sehingga bisa memacu proses regenerasi seniman.

"Seniman dari Kota Malang yang ada sekarang, kalau mungkin dulu didominasi yang usianya segenerasi dengan saya tapi sekarang anak usia taman kanak-kanak sudah bermain tari topeng," kata dia.

Wahyu berharap di masa depan budaya tradisional bisa tetap eksis dan tak tergerus oleh derasnya pengaruh budaya luar negeri.

"Kami bersama punya komitmen memajukan kebudayaan dan pariwisata Jawa Timur secara berkelanjutan," tutur dia.

Baca juga: Tempe senjata diplomasi wujudkan RI jadi ibu kota kebudayaan dunia

Baca juga: Gubernur Jatim tegaskan Reog layak warisan budaya tak benda ke UNESCO

Baca juga: Madumongso diusulkan Kota Madiun sebagai warisan budaya tak benda


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sultan Baktiar Puji Diplomasi Dagang Prabowo dan Trump: Kodpes Merah Putih Makin Kuat
• 7 jam laludisway.id
thumb
OpenAI Targetkan Pendapatan Rp4.700 Triliun pada 2030
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Pelita Jaya cetak 10 kemenangan beruntun di IBL 2026
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
KA Singasari Kian Primadona, Penumpang Januari 2026 Tembus 38 Ribu
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Duh! 4.725 WNI Terjerat Online Scam Minta Dipulangkan dari Kamboja
• 9 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.