Terungkap Sifat Asli Nizam Selama Dirumah, Kini Bocah 12 Tahun itu Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri Minum Air Mendidih

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Tragedi memilukan terjadi pada Nizam Syafei atau NS (12), seorang bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi yang meninggal dunia dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.

Nizam Syafei meninggal dunia diduga akibat dianiaya oleh ibu tirinya lantaran dipaksa minum air mendidih.

Pengakuan itu diungkapkan korban sebelum menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Jampang Kulon, Sukabumi.

Mendengarnya, ayah korban sempat naik pitam dan memukul istrinya, namun dilerai oleh pihak kepolisian dan kakek angkat korban.

Kakek Angkat NS, Isep Dadang Sukmana mengungkapkan kesaksiannya ketika anak tersebut meninggal dunia.

Isep mengatakan bahwa Nizam merupakan anak yang baik dan pendiam. Ia yang menyarankan agar NS disekolahkan ke pesantren. Pasalnya, saat dirumah Nizam dan keluarganya kerap cekcok.

“Anaknya sebetulnya pendiam, baik. Bahkan dimasukkan ke pesantren sama saya, biar anak itu jangan sampai sama keluarganya cekcok terus. Karena keluarganya itu yang dipermasalahkan anaknya aja, begitu awal mulanya,” ungkap Isep Dadang Sukmana pada program Kabar Petang, tvOne, Sabtu (21/2/2026).

Bocah NS (12) meninggal di Sukabumi akibat diduga dianiaya ibu tiri, korban mengaku minum air panas
Sumber :
  • Tim tvOne - Kabar Siang

Menurutnya, Ibu tiri Nizam memiliki dua anak angkat. Anak laki-lakinya kerap bertengkar dengan Nizam.

Namun, ayah Nizam mengatakan bahwa ibu tirinya cenderung berpihak pada anak angkat tersebut hingga Nizam tersisihkan.

“Ibu tirinya itu punya anak angkat dua dan bapaknya punya anak satu. Mungkin namanya anak ada sedikit berantem. Jadi kata bapaknya, ibunya itu ada keberpihakan dan tersisihkan anak bapaknya ini,” jelasnya.

Untuk menghindari cekcok, NS disekolahkan di pesantren. Saat sebelum puasa, pesantren diliburkan sehingga Nizam dipulangkan ke rumahnya. 

“Makanya daripada ribet-ribet banyak masalah di rumah tangga, saya arahkan saja masukkan ke pesantren,” kata Isep.

“Sebelum puasa, pesantren adakan libur dulu, suruh pulang dulu ke rumah. Dalam jangka puasa masih lima hari lagi, anak itu masih sehat. Bisa main, jalan-jalan nggak ada masalah,” sambungnya.

Setelah ayahnya kembali dari Sukabumi, anaknya sudah dalam kondisi demam dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Comeback Tajam! Eze Cetak Brace, Arsenal Perlebar Jarak dari Manchester City di Klasemen Liga Inggris
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Akses jalan Malalak yang putus akibat bencana kembali terhubung
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Kapolri Marah Dengar Siswa Dianiaya Hingga Tewas: Menodai Marwah Institusi Brimob
• 11 jam laludetik.com
thumb
Jadwal Tottenham vs Arsenal: Laga Pertama Spurs di Bawah Igor Tudor
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sultan DPD: Diplomasi Dagang Prabowo Perkuat Pengembangan Koperasi Merah Putih
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.