Kapolri Marah Dengar Siswa Dianiaya Hingga Tewas: Menodai Marwah Institusi Brimob

detik.com
13 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo marah mendengar peristiwa oknum Brimob, Bripda MS, menganiaya siswa inisial AT hingga tewas di Tual, Maluku. Jenderal Sigit mengatakan peristiwa itu sangat menodai marwah institusi Brimob yang harusnya melindungi masyarakat.

"Sama seperti apa yang dirasakan keluarga korban dan masyarakat, saya marah mendengar peristiwa ini terjadi. Ini jelas-jelas menodai marwah institusi Brimob yang harusnya melindungi masyarakat," kata Jenderal Sigit kepada wartawan, Senin (23/2/2026).

Baca juga: Kapolri Tegaskan Penindakan Oknum Brimob Aniaya Siswa Dilakukan Transparan

Jenderal Sigit menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa ini. Jenderal Sigit menegaskan telah memerintahkan untuk mengusut tuntas kasus ini agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

"Saya mengucapkan belasungkawa yang mendalam terhadap seluruh keluarga korban dan masyarakat atas peristiwa yang terjadi," ungkapnya.

"Saya sudah perintahkan agar kasus diusut tuntas dan memastikan hukuman setimpal bagi pelaku dan menegakkan keadilan bagi keluarga korban," imbuhnya.

Sebelumnya, Polri menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait insiden dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Brimob Bripda MS terhadap seorang siswa berinisial (AT) hingga tewas di Kota Tual, Maluku. Polri menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya korban.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menegaskan institusi Polri sangat menyesalkan kejadian ini dan menyampaikan empati mendalam kepada keluarga korban.

"Polri turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya korban dan berempati kepada keluarga besar korban atas kejadian tersebut," kata Isir melalui keterangannya, Sabtu (21/2).

Dia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan masyarakat. Isir menekankan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum tersebut merupakan tindakan individu yang menyimpang dan tidak merepresentasikan institusi Polri.

"Polri menyampaikan permohonan maaf atas tindakan individu Polri tersebut yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya," ucapnya.

Polri, kata Isir, memastikan proses hukum terhadap oknum Brimob tersebut akan dilakukan secara transparan. Dia menjamin penindakan akan dilakukan baik secara pidana maupun etik.

"Polri berkomitmen tegas dalam proses penegakan hukum dan kode etik terhadap individu personel yang terlibat secara transparan dan akuntabel," tegasnya.

Baca juga: KPAI Minta Penyebab Kematian Siswa Diduga Dianiaya Oknum Brimob Diungkap




(whn/whn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Bus Transjakarta Tabrakan di Koridor 13, Penumpang Luka Ringan
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Komisi III DPR ke Hakim Kasus ABK 2 Ton Sabu: Hukuman Mati Alternatif Terakhir
• 1 jam laludetik.com
thumb
Pemkab Tangerang Awasi Penyaluran Dana CSR untuk Koperasi Desa
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Puasa, Infaq, dan Careness
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Ribuan Jalan Berlubang di Jakarta Mulai Diperbaiki
• 20 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.