?Memasuki hari kedua Safari Ramadan 1447 Hijriah, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa melanjutkan kunjungan silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Barat. Dua lokasi yang disambangi adalah Ponpes Bustanun Nasyi’in di Majalengka dan Ponpes Miftahul Muta’alimin Babakan Ciwaringin di Cirebon.
Saan menjelaskan, agenda utama kunjungan ini adalah untuk mempererat silaturahmi, mendengarkan aspirasi para kiai, sekaligus menjadikan pesantren sebagai ruang pengingat moral dalam berpolitik.
"Pak Surya (Paloh) selalu mengingatkan bahwa salah satu kumpulan kebaikan itu ada di pesantren. Kehadiran kami di sini untuk mengingatkan diri bahwa niat berpolitik harus diniatkan sebagai ibadah," tegas Saan.
Jika niat awal berpolitik sudah baik, lanjut Saan, maka proses dan hasilnya pun akan membawa kemaslahatan. Hal ini sejalan dengan komitmen kepartaiannya yang terus menggaungkan praktik politik tanpa mahar agar proses demokrasi tetap bersih.
Lebih lanjut, Saan mengapresiasi peran historis pesantren yang sejak era kemerdekaan selalu menanamkan nilai nasionalisme, seperti semboyan hubbul wathon minal iman (cinta tanah air adalah sebagian dari iman).
Ia juga menegaskan secara lugas bahwa kehadirannya di lingkungan santri murni untuk tujuan spiritual, bukan kampanye. "Kami tidak datang untuk meminta dukungan politik. Kami datang semata-mata untuk meminta rida dan doa dari para kyai, ustaz, dan santri," tuturnya.




