Pantau - Warga Desa Sahraja, Kabupaten Aceh Timur, membangun rumah ibadah sementara dari kayu gelondongan yang terseret banjir bandang pada November 2025 sebagai persiapan Ramadan.
Salah satu warga, Rudi Jasa, mengatakan kayu-kayu sisa banjir dikumpulkan untuk mendirikan musala yang akan digunakan untuk shalat tarawih hingga Idul Fitri.
Ia menyampaikan pembangunan dilakukan secara swadaya di tengah kondisi warga yang masih tinggal di tenda darurat pascabencana.
Kayu yang telah terkumpul mencapai sekitar satu ton, sementara kebutuhan pembangunan diperkirakan mencapai lima hingga enam ton.
Warga juga masih membutuhkan bahan bakar untuk memotong kayu agar dapat digunakan sebagai material bangunan.
Banjir bandang tersebut menyebabkan 243 kepala keluarga kehilangan rumah serta merusak fasilitas umum dan sarana ibadah secara total.
Kebun milik warga juga hanyut akibat terjangan arus deras.
Rudi menyampaikan terima kasih atas bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan para relawan yang telah menyediakan tenda darurat, pengeras suara, serta perlengkapan ibadah.
Meski dengan fasilitas sederhana, warga berupaya membangun kembali tempat ibadah sebagai simbol kebangkitan pascabencana.
Kerinduan untuk kembali beribadah secara layak menjadi dorongan utama pembangunan musala darurat tersebut.




