Bukannya Bikin Kuat Puasa, Makan Sahur Porsi Jumbo Justru Bikin Lambung Menjerit, Begini Penjelasan Dokter

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Inilah penjelasan dokter soal makan sahur porsi besar bakal membuat kenyang seharian saat puasa. Ternyata ada hal penting yang harus diketahui.

Siapa yang kalau sahur makannya porsi kuli alias banyak dengan alasan agar tidak lapar seharian? Banyak orang beranggapan bahwa makan sahur dalam porsi jumbo, apalagi ditambah dobel karbohidrat seperti nasi campur mi instan, adalah strategi jitu agar perut kuat menahan lapar selama puasa Ramadan.

Namun, bukannya bikin kuat, kebiasaan ini justru berbahaya bagi kesehatan lambung. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi atau akrab disapa dokter Tirta, membongkar mitos yang sering salah kaprah di masyarakat ini. Menurutnya, makan sahur dengan porsi terlalu besar justru memicu masalah pencernaan yang serius.

Dalam sebuah sesi edukasinya, dr. Tirta mengibaratkan lambung seperti balon. Lambung memiliki kapasitas maksimal.

"Muntah, mual. Karena lambungmu tuh segini Bro, terus dikasih makanan nyaris full. Itu tahan, tapi jadi GERD. Makan secukupnya," kata dr. Tirta dalam tayangan YouTube Tirta PengPengPeng, yang Grid.ID kutip, Minggu (22/2/2026).

Alih-alih mencegah asam lambung naik, makan terlalu banyak dalam satu waktu justru membuat perut terasa begah, mual. Usai hal itu, akhirnya memicu Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Lebih lanjut, dr. Tirta juga menjelaskan fakta menakjubkan tentang anatomi tubuh manusia. Ternyata, tubuh telah dirancang luar biasa untuk bertahan dari rasa lapar.

"Tubuh manusia itu bisa bertahan nggak makan selama 4 hari itu bisa. Tapi kalau nggak minum itu berat."

"Karena 2/3 komposisi tubuh manusia tersusun dari air. Jadi kamu kalau sahur secukupnya tuh bisa hidup Mas, nggak akan kurus," jelasnya.

Oleh karena itu, kunci utama sahur yang sehat bukanlah pada seberapa banyak makanan yang masuk, melainkan asupan cairan yang cukup dan gizi yang seimbang, yakni protein, serat, dan karbohidrat kompleks.

Satu lagi pesan menohok dari dr. Tirta, yaitu jangan jadikan waktu buka puasa sebagai ajang balas dendam. Banyak orang yang sahurnya sudah benar, tapi saat azan Magrib berkumandang, semua makanan disikat habis.

 

Kita kerap kalap makan mulai dari ayam, rendang, hingga nasi sebakul. Pola makan balas dendam seperti ini juga memberikan efek kejut yang sama buruknya bagi lambung.

Nah, mulai sekarang yuk ubah pola makan sahur dan berbuka kita. Makanlah secukupnya, perbanyak minum air putih, dan jangan lupa masukkan menu sayur serta buah. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gubernur NTB Pastikan Pengelolaan IPR Tidak Disalahgunakan
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Maarten Paes usai Debut Bersama Ajax: Semua Berjalan Baik
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Bocah 12 Tahun Tewas Dianiaya di Sukabumi, KemenPPPA Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sugiono Bertemu Menlu AS, Bahas Ekonomi hingga Board of Peace
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Viral Alumnus Pamer Anak Jadi WNA, LPDP: Tidak Mencerminkan Nilai Integritas dan Etika!
• 20 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.