Kabul: Afghanistan menyatakan akan memberikan “respons tepat dan terukur” atas serangan udara Pakistan yang menewaskan sedikitnya 18 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam eskalasi terbaru konflik kedua negara.
Dikutip dari abc.net.au, Senin, 23 Februari 2026, Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan serangan Pakistan yang menghantam provinsi Nangarhar dan Paktika merupakan pelanggaran wilayah udara serta kedaulatan negara tersebut.
Hari Minggu kemarin, sejumlah warga Afghanistan berkumpul di sebuah kuburan massal untuk memakamkan para korban, setelah rumah-rumah warga hancur akibat pemboman yang terjadi sekitar tengah malam.
Polisi Nangarhar mengatakan serangan tersebut menghantam sebuah rumah warga, menyebabkan 23 anggota keluarga tertimbun reruntuhan.
“Sebanyak 18 orang tewas dan lima lainnya terluka,” kata seorang juru bicara polisi.
Juru bicara pemerintah Afghanistan Zabihullah Mujahid menuduh Pakistan menargetkan warga sipil. “Rumah-rumah warga telah dihancurkan, mereka menargetkan warga sipil, mereka telah melakukan tindakan kriminal ini,” tulisnya di X.
Kementerian Luar Negeri Afghanistan juga telah memanggil duta besar Pakistan di Kabul untuk menyampaikan protes resmi atas serangan tersebut.
Di sisi lain, Pakistan menyatakan serangan itu menargetkan kelompok militan, termasuk Taliban Pakistan dan afiliasi kelompok Negara Islam (ISIS), sebagai respons atas serangan bom bunuh diri di wilayahnya.
Menteri Dalam Negeri Pakistan Talal Chaudhry mengklaim sedikitnya 70 militan tewas, sementara media pemerintah kemudian melaporkan jumlahnya meningkat menjadi 80 orang. Namun, Pakistan tidak memberikan bukti atas klaim tersebut.
Pemerintah Afghanistan membantah tuduhan bahwa pihaknya melindungi kelompok militan dan menyebut klaim Pakistan tidak akurat.
Serangan ini menjadi yang paling luas sejak bentrokan perbatasan pada Oktober lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua pihak.
Kekerasan militan di Pakistan sendiri meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama yang dikaitkan dengan Taliban Pakistan dan kelompok separatis Baloch.
Ketegangan antara Afghanistan dan Pakistan terus meningkat sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021, menyusul penarikan pasukan asing.
Baca juga: Imbas Insiden Bom Bunuh Diri, Pakistan Serang Wilayah Afghanistan




