Ramadhan Tiba, Apakah Kantong Siap?

kompas.id
10 jam lalu
Cover Berita

Masa Ramadhan umumnya meningkatkan pengeluaran rumah tangga. Dari kebutuhan belanja makanan berbuka, buka bersama teman, keluarga, bahkan kawan lama, hingga berburu jajan takjil.

Dalam konteks ekonomi, ini adalah momen emas untuk memacu konsumsi masyarakat dan menggerakkan roda ekonomi. Bagi warga kebanyakan, ini berarti tantangan baru yang harus pintar-pintar disiasati agar kantong tidak boncos.

Sejak jauh-jauh hari, Niken Sarasvati Devi (36) sudah bersiap-siap mesti mengeluarkan uang lebih banyak saat Ramadhan. Ia sadar, Ramadhan membuatnya harus merogoh kocek lebih dalam untuk buka puasa, sahur, dan jajan takjil.

Tahun ini terasa lebih berat karena harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, dan daging merangkak lebih tinggi. "Pengeluaran untuk kebutuhan Ramadhan tahun ini bisa dibilang melonjak," katanya, Minggu (22/2/2026).

Warga Ungaran, Jawa Tengah, itu pun akhirnya sudah menabung sejak setahun sebelumnya. Misalnya, dengan menabung di PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) dan Dasawisma (Dawis) di sekitar tempat tinggalnya, serta di koperasi tempat kerja.

Uang tabungan itu nantinya akan dipakai untuk kebutuhan selama Ramadhan dan Idulfitri. Dari kebutuhan membeli baju Lebaran, memberi THR untuk keluarga dan keponakan, sampai rencana mudik ke kampung halaman.

"Kebutuhannya bukan sekadar makan minum, tapi juga kebutuhan sosial dan tradisi yang memang sudah jadi kebiasaan saya tiap tahun," ujar Niken.

Untuk mengatasi pengeluaran selama bulan Ramadhan dan Lebaran, Niken pun telah membuat daftar belanja agar konsumsinya lebih terkendali. Ia akan memprioritaskan kebutuhan yang lebih penting dan mengurangi jajan berlebihan.

"Kalau bisa, manfaatkan promo atau belanja lebih awal sebelum harga makin naik. Intinya lebih disiplin dan sadar anggaran, supaya Ramadhan tetap tenang tanpa pusing mikirin pengeluaran," tuturnya.

Lebih mindful

Serupa, sudah beberapa tahun terakhir ini, Tri Artining Putri (37) belajar untuk lebih berhati-hati mengelola pengeluaran saat berbelanja di bulan Ramadhan. Apalagi, ia sadar bahwa dirinya cukup impulsif dalam hal pengeluaran.

Bulan suci Ramadhan pun menjadi momentum baginya untuk menahan nafsu. Sebelum memutuskan membeli sesuatu, ia akan benar-benar mempertimbangkannya, alias mindful buying.

Prinsip itu terutama ia terapkan saat membeli pakaian. Alhasil, sudah sekitar 4-5 tahun ini, Putri tidak lagi membeli baju khusus untuk lebaran.

"Alhamdulillah berat badan terjaga, baju yang lama masih bisa terpakai. Bagi THR ke sanak saudara juga enggak perlu dinaikin nominalnya, konsisten ngasih aja sudah pada gembira, yang penting uangnya mulus, jadi menarik," ujar warga Tangerang Selatan itu.

Jika ditotal, jumlah pengeluaran tambahannya selama Ramadhan hingga Lebaran sudah setara dengan uang THR yang ia terima dari perusahaan.

Putri juga mulai berhemat dengan cara menata pola makan yang lebih sehat atau mindful eating. "Stop makan tepung, gorengan, dan gula pas Ramadan. Tujuannya, hidup sehat. Bonusnya, dompet ikut sehat. Karena dengan upaya makan sehat, saya lebih banyak makan makanan rumah yang dimasak ibu atau masak sendiri. Jajan bisa lebih terkendali," tuturnya.

Bagi Prima Krisna, kebutuhan makan minum selama Ramadhan sebenarnya tidak banyak berbeda dari hari-hari biasanya. Tantangan justru biasanya muncul dari sisi ongkos mudik, biaya buka bersama, belanja keperluan Lebaran, serta bingkisan untuk keluarga besar dan teman dekat.

"Ada juga anggaran untuk sedekah dan infaq yang pasti ditambah khusus selama bulan Ramadhan," katanya.

Jika ditotal, jumlah pengeluaran tambahannya selama Ramadhan hingga Lebaran sudah setara dengan uang THR yang ia terima dari perusahaan. "Jadi, saya harus pikirkan, bagaimana caranya agar pengeluaran tambahan itu tidak sampai melebihi pendapatan dari THR. Dicukup-cukupkan, agar tidak perlu ambil uang tabungan," ucap Prima.

Setiap tahun, ia biasanya sudah memperkirakan kebutuhan selama Ramadhan dan Lebaran, sehingga pengeluaran bisa diatur lebih baik. Prima biasanya menyiasati pengeluaran itu dengan memanfaatkan diskon belanja.

"Khusus tahun ini, saya juga mau mencoba mudik dengan kendaraan pribadi dibanding naik transportasi publik," katanya.

Euforia Ramadhan

Biyan Supendi (38) selalu senang setiap Ramadhan tiba. "Senang rasanya bulan Puasa, di pinggir jalan ramai orang berjualan. Nah, ini, nih, yang kadang buat pengeluaran jadi meningkat," ucapnya diiringi tawa.

Pengeluarannya untuk makan-minum dan sembako pun biasanya akan meningkat pada momen Ramadhan ketimbang hari biasa. Itulah mengapa Biyan kerap merasa Ramadhan itu membawa berkah sekaligus tantangan untuk mengelola keuangan rumah tangga.

Untuk menyiasati agar kantongnya tidak boncos, Biyan pun mengurangi makan-makan buka puasa yang berlebihan. Ia juga mengurangi jajan beli kopi di luar selama berpuasa.

"Jadi, buka puasa yang sederhana saja. Buka puasa bareng teman di luar seperti di rumah makan itu yang membuat kantong semakin terkuras. Kalau ada pengeluaran, risikonya biasanya ambil dari tabungan dulu," kata Biyan.

Namun, ia merasa bahwa di bulan Ramadhan, ada saja rezeki yang datang. "Ramadhan itu bulan berkah. Kalau kita jalani dengan niat dan berdoa, ada saja rezeki yang datang. Ya, harapannya, dalam suasana seperti ini, kalau bisa harga-harga kebutuhan pokok jangan terlalu mahal," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Fenomena di Argentina, Remaja Ekspresikan Identitas Lewat Karakter Hewan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Komisi III DPR Ingatkan Pidana Mati Hukuman Alternatif Kasus Sabu 2 Ton Seret ABK
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pekan Pertama Ramadan, Warga Mulai Berburu Kebutuhan Lebaran di Pasar Tanah Abang
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Catat! 5 Gerai SIM Keliling Jakarta Siap Melayani Warga Hari Ini
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
15 Manfaat Buah Kurma Bagi Ibu Menyusui, Bantu Tingkatkan Produksi ASI
• 13 jam lalutheasianparent.com
Berhasil disimpan.