Gerak LPSK di Balik Duka Pelajar Tewas Dianiaya Brimob di Tual

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah duka keluarga Arianto Tawakal (14), pelajar yang meninggal dunia setelah dianiaya anggota Brimob berinisial Bripda MS di Tual, Maluku, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bergerak.

Wakil Ketua LPSK, Susilaningtias, menyampaikan bahwa lembaganya akan mendatangi keluarga korban untuk menawarkan perlindungan.

"Iya, LPSK rencananya akan menemui keluarga korban. Nanti juga mungkin akan dibantu oleh SSK (Sahabat Saksi dan Korban) di sana," kata Susilaningtias saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).

Ia menegaskan, keluarga memiliki hak atas perlindungan selama proses hukum berjalan. Kakak korban disebut berpotensi menjadi saksi dalam perkara tersebut.

Baca juga: Transjakarta Koridor 13 Terlambat, Waktu Tempuh Puri Beta-Petukangan Capai 39 Menit

"Kalau kakaknya turut jadi korban bisa ajukan perlindungan ke LPSK. Kakaknya bisa juga sebagai saksi dalam kasus ini. Sebagai saksi sekaligus korban berhak mendapat perlindungan," ungkapnya.

Jika keluarga mengajukan permohonan, LPSK akan memberikan pendampingan psikologis. Selain itu, keluarga juga difasilitasi untuk memperoleh restitusi atau ganti rugi.

"Berhak mendapatkan bantuan pemulihan dari negara, dalam hal ini melalui LPSK. Pemulihan medis, psikologis, dan restitusi," katanya.

Kronologi dini hari

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (19/2/2026) dini hari.

Saat itu, Bripda MS bersama anggota Brimob Batalyon C Pelopor melaksanakan patroli cipta kondisi di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Sekitar pukul 02.00 WIT, patroli berlangsung di kawasan Mangga Dua Langgur.

Baca juga: Kasus Penganiayaan Akibat Suara Drum Naik Penyidikan, Polisi Kumpulkan Bukti

Tim menerima informasi adanya keributan yang berujung pemukulan di sekitar Tete Pancing.

Di lokasi tersebut, Bripda MS dan sejumlah anggota turun dari kendaraan taktis dan membubarkan aksi balap liar.

Tak lama kemudian, dua sepeda motor yang dikendarai AT dan NK (15) melaju kencang dari arah Desa Ngadi menuju Tete Pancing.

Dalam situasi itu, Bripda MS mengayunkan helm taktikal ke arah keduanya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Helm tersebut mengenai pelipis AT hingga ia terjatuh dalam posisi telungkup.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komandan Brimob Minta Maaf Bripka MS Aniaya Pelajar hingga Tewas di Maluku
• 33 menit lalurctiplus.com
thumb
Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Catat Syarat dan Jadwalnya
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Jadwal PSIM Yogyakarta vs Bali United: Misi Kedua Tim Putus Tren Negatif
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bikin Tubuh Cepat Tumbang, dr. Tirta Ungkap Risiko Fatal Minum Kopi Saat Sahur
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Mereka Mengecam Dubes AS yang Bilang Israel Dapat Duduki Tepi Barat
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.