GELOMBANG rekonsiliasi politik mulai tampak di Venezuela. Sebanyak 1.557 tahanan politik secara resmi telah mengajukan permohonan amnesti di bawah undang-undang baru yang diperkenalkan pada Kamis lalu. Langkah ini menyusul perubahan peta politik besar-besaran setelah penangkapan mantan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat pada awal Januari 2026.
Presiden Majelis Nasional, Jorge Rodríguez, mengonfirmasi ratusan tahanan telah dibebaskan, termasuk politisi oposisi terkemuka Juan Pablo Guanipa. Jorge, yang merupakan saudara dari Presiden Interim Venezuela Delcy Rodríguez, menyatakan bahwa 1.557 permohonan tersebut sedang diproses "segera" dan target akhir undang-undang ini akan mencakup hingga 11.000 tahanan.
Fokus pada Pembebasan di El HelicoideSalah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah mengosongkan Zona Tujuh di El Helicoide, penjara di Caracas yang dikenal sebagai simbol represi selama bertahun-tahun.
Baca juga : Trump Bertemu Tokoh Oposisi Venezuela Maria Corina Machado di Gedung Putih
"Pembebasan dari Zona Tujuh El Helicoide yang sedang kami tangani pertama kali," ujar Jorge Rodríguez dalam konferensi pers, Sabtu (21/2). Ia menambahkan para tahanan di fasilitas tersebut akan menghirup udara bebas "dalam beberapa jam ke depan."
Pembebasan ini menjadi angin segar bagi keluarga tahanan yang dilaporkan sempat melakukan aksi mogok makan demi menuntut keadilan. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah menyatakan bahwa El Helicoide harus ditutup secara permanen setelah penangkapan Maduro.
Kritik dan Pengecualian dalam Hukum AmnestiMeski disambut baik, undang-undang amnesti ini tidak lepas dari kritik tajam. Kelompok oposisi dan aktivis hak asasi manusia menyoroti adanya poin-poin pengecualian yang dianggap diskriminatif. Salah satu poin yang paling kontroversial adalah larangan amnesti bagi mereka yang dianggap menyerukan intervensi bersenjata asing.
Baca juga : Komite Nobel Larang Maria Corina Machado Berikan Penghargaannya ke Donald Trump
Pakar hukum dari Central University of Venezuela, Juan Carlos Apitz, menilai pasal tersebut sengaja dirancang untuk menjerat tokoh tertentu. Kepada CNN Español, ia menyebutkan:
"Bagian dari hukum amnesti itu 'memiliki nama dan nama belakang'. Paragraf itu adalah paragraf Maria Corina Machado."
Maria Corina Machado, pemenang Nobel Perdamaian tahun lalu, hingga kini belum dipastikan apakah akan mendapatkan manfaat dari undang-undang ini. Selain itu, puluhan perwira militer yang terlibat dalam pemberontakan melawan pemerintahan Maduro di masa lalu juga dikabarkan tetap dikecualikan dari daftar penerima amnesti.
Status Nicolás MaduroSementara proses pembebasan berlangsung di Venezuela, mantan Presiden Nicolás Maduro kini tengah berada di tahanan AS bersama istrinya, Cilia Flores. Maduro didakwa atas tuduhan narkoba dan senjata, namun ia membantah seluruh tuduhan tersebut dan mengeklaim dirinya sebagai "tahanan perang".
Hukum amnesti ini merupakan kelanjutan dari janji pemerintah sosialis Venezuela pada 8 Januari lalu, yang menjanjikan pembebasan sejumlah besar tahanan sebagai "iktikad baik" setelah jatuhnya rezim Maduro. (BBC/Z-2)





