Akhirnya Kita Tahu Berapa Kali Rata-rata Orang Kentut dalam Sehari

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kalau selama ini jumlah kentut harian hanya berdasarkan pengakuan pribadi, kini ilmuwan punya cara baru yang lebih objektif untuk menghitungnya.

Para peneliti mengembangkan perangkat mini yang ditanamkan di “celana dalam pintar” untuk memantau pola buang gas pengguna selama 24 jam penuh. Hasilnya, untuk pertama kalinya, data objektif tentang frekuensi kentut harian berhasil dikumpulkan dan tercatat di jurnal Biosensors and Bioelectronics.

Rata-rata seseorang ternyata melepaskan gas sebanyak 32 kali per hari. Namun, variasinya sangat lebar. Ada peserta yang hanya buang gas empat kali sehari, sementara yang lain mencapai 59 kali dalam periode yang sama, selisih hingga 15 kali lipat.

Sebelumnya, sebagian besar orang umumnya kentut sebanyak 14 kali per hari. Namun angka itu berasal dari laporan mandiri (self-reported), yang sering kali tidak akurat. Dalam studi baru ini, peneliti melacak 19 partisipan selama sepekan. Perangkat di pakaian dalam tersebut mengukur kadar hidrogen yang dilepaskan, yang menjadi indikator aktivitas fermentasi bakteri usus.

“Kami sebenarnya belum tahu seperti apa produksi gas yang normal,” ujar penulis studi, Brantley Hall, sebagaimana dikutip IFLScience. “Tanpa garis dasar itu, sulit menentukan kapan produksi gas seseorang benar-benar berlebihan.”

Dengan pemantauan secara terus menerus, para ilmuwan dapat melihat pola aktivitas mikroba usus sepanjang hari. Untuk menguji sensitivitas alat, peserta diminta mengonsumsi serat prebiotik bernama inulin. Sekitar tiga hingga empat jam kemudian, perangkat mendeteksi lonjakan aktivitas metabolik yang ditandai dengan peningkatan frekuensi buang gas dengan tingkat akurasi mencapai 97,4 persen.

Setelah hasil awal ini, tim peneliti berambisi menyusun Human Flatus Atlas, basis data besar tentang pola kentut manusia, dengan mengumpulkan data dari ratusan orang di Amerika Serikat. Menariknya, minat publik ternyata sangat tinggi. Pendaftaran partisipasi bahkan sempat dihentikan sementara karena permintaan yang membludak.

Dari data tersebut, peneliti berharap bisa mengelompokkan tiga tipe utama:

Atlas ini akan membantu menetapkan standar objektif fermentasi mikroba usus, yang penting untuk menilai bagaimana perubahan pola makan, probiotik, atau prebiotik memengaruhi aktivitas mikrobioma.

Di balik topik yang terdengar jenaka, riset ini menunjukkan bahwa bahkan hal paling sepele sekalipun bisa membuka wawasan baru tentang kesehatan pencernaan manusia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Naik Rp16 Ribu, Cek Lengkapnya
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintah Tegaskan Impor Pakaian Bekas Asal AS Hanya Berupa Bahan Baku Industri
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
BNPB: Progres Pembangunan Jembatan Gantung Lhok Sanding Capai 65%
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Medan Hari Ini 23 Februari 2026, Lengkap Doa Niat Puasa
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Kronologi Bus TransJakarta Koridor 13 Adu Banteng, Sopir Mengaku Mengantuk dan Tertidur
• 54 menit laluliputan6.com
Berhasil disimpan.