Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound pada Senin (23/2/2026) setelah terkoreksi pada dua hari sebelumnya.
IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound signifikan pada Senin (23/2/2026) setelah terkoreksi pada dua hari sebelumnya.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat naik 1,33 persen ke 8.381,75 hingga pukul 09.56 WIB.
Aktivitas perdagangan cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp6,97 triliun dan volume perdagangan 16,75 miliar saham.
Dari total 958 saham yang diperdagangkan, sebanyak 433 saham menguat, 231 melemah, dan 294 stagnan.
Saham-saham tambang big cap dari berbagai grup konglomerat menjadi penopang utama kenaikan IHSG hari ini.
Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), tambang emas Grup Merdeka, melonjak 6,01 persen.
Sementara PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM), yang mengelola tambang emas dan nikel pelat merah, naik 4,74 persen ke Rp4.410 per unit.
Grup Barito melalui PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatat kenaikan 3,46 persen, sedangkan tambang batu bara Grup Bakrie dan Grup Salim, BUMI, naik 3,40 persen. Saham tambang emas lain dari Grup Bakrie-Salim, BRMS, ikut menguat 2,83 persen.
Selain itu, saham besar Grup Barito lainnya seperti TPIA memimpin penguatan dengan lonjakan 6,32 persen, diikuti BRPT naik 3,47 persen, dan CDIA yang juga mencatat kenaikan 1,75 persen.
Pelaku pasar saat ini mencerna kabar terbaru terkait isu transparansi bursa domestik.
Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik melaporkan update teranyar terkait dengan proposal yang disampaikan kepada penyedia indeks provider global MSCI (Morgan Stanley Capital International) dan FTSE.
"Mungkin kami update sedikit terkait dengan proposal yang sudah kami sampaikan kepada Global Index Provider antara lain MSCI dan FTSE," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/2/2026).
Dia menjelaskan, salah satu agenda utama yang sudah memasuki tahap akhir adalah kebijakan pengungkapan pemegang saham minimal 1 persen serta granularisasi data kepemilikan.
Selain itu, aturan pencatatan saham terkait ketentuan free float minimal 15 persen telah menyelesaikan proses penyusunan regulasi per 19 Februari dan kini berlanjut ke tahap internal bursa.
"Kemudian untuk peraturan percatatan yang terkait dengan free float 15 persen itu per tanggal 19 kemarin sudah selesai proses rule making rule. Saat ini sudah memasuki tahap berikutnya di internal bursa yang kemudian nanti draft final akan kami ajukan ke OJK," kata Jeffrey.
BEI juga tengah merampungkan metodologi dan standar operasional prosedur (SOP) penyusunan shareholder concentration list, yaitu daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.
Dari luar negeri, investor menanti kejelasan terkait tarif Amerika Serikat (AS). Sementara itu, pasar menanti laporan kinerja Nvidia pekan ini yang akan menjadi penentu arah sentimen terhadap tema kecerdasan buatan (AI). (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.



