Bisnis.com, JAKARTA - Arsenal membuktikan masih pantas bertengger di puncak klasemen sementara Liga Inggris berkat kemenangan menjanjikan di kandang Tottenham Hotspur dengan skor akhir 4-1.
Panggung Derbi London Utara pada pekan ke-27 Liga Inggris itu notabene memberikan sorotan utama pada 2 pemain Arsenal yang mencetak 2 gol, Viktor Gyokeres dan Eberechi Eze. Kedua pemain itu sama-sama banyak dikritik belakangan ini.
Ketajaman Gyokeres sebagai striker utama The Gunners dalam beberapa laga terakhir makin dipertanyakan, sebab dia jarang melepaskan tembakan tepat sasaran, bahkan barang sebiji dalam puluhan menit di atas lapangan.
Sementara Eze, pemain anyar yang datang dari Crystal Palace pada musim panas lalu diragukan kontribusinya seiring bayang-bayang tak pernah mencetak gol dalam 18 laga terakhir.
Sebagai catatan, tren itu kontras dengan kisah epik Eze saat resmi 'pulang kampung' ke Arsenal, klub impiannya sekaligus tempatnya menimba pendidikan akademi, sebelum akhirnya dilego ke klub lain karena dianggap belum sesuai standar Arsenal Youth.
Begitu kembali berseragam Gudang Peluru, Eze tampil mencolok lewat hattrick lawan Spurs di awal musim, skor akhir kala itu juga 4-1.
Baca Juga
- Benar Kata Pep Guardiola, Arsenal Grogi Dalam Tekanan Perebutan Trofi
- Hasil Liga Inggris: Arsenal ditahan Imbang Wolves 2-2, Gagal Menjauh dari Man City
- Prediksi Skor Wolves vs Arsenal: Head to Head, Susunan Pemain
Eze pun tercatat menjadi pemain pertama dalam sejarah yang berhasil mencetak hattrick di Derbi London Utara era Premier League.
Manajer Arsenal Mikel Arteta mengakui bahwa para penyerangnya butuh gol untuk keluar dari tekanan, kendati kontribusi mereka sebenarnya bisa terlihat dari rekam jejak kinerja permainan tim secara umum.
"Anda harus menunjukkan kemampuan saat dibutuhkan, saat benar-benar di ambang batas, dan banyak orang meragukan Anda, itulah saatnya berdiri tegak, dan itu sangat sulit dilakukan. Namun, hari ini secara individu mereka menampilkan performa luar biasa dan saya senang melihatnya," kata Mikel Arteta dalam konferensi pers resmi selepas laga, Senin (23/2/2026).
Pemain murah senyum itu nyaris mengulang capaian trigol pada laga ini. Eze membuka gol pada menit ke-32, memanfaatkan umpan tarik jitu Bukayo Saka dari sisi kanan yang baru saja lolos dari kawalan gelandang bertahan Tottenham, Pape Matar Sarr.
Namun, belum sampai 2 menit kemudian, The Lilywhites membalas kontan. Memanfaatkan kesalahan Declan Rice—si gelandang 100 juta poundsterling—di sisi kanan sepertiga lapangan sendiri, striker Randal Kolo Muani dengan tenang merangsek ke kotak penalti dan mengeksekusi bola dengan kaki kanan. Itu adalah gol perdana Kolo Muani berseragam Spurs.
Skor satu sama bertahan sampai turun minum. Sayang buat Arsenal, sebab Saka "starboy" sebenarnya sempat punya beberapa peluang emas, walaupun semua digagalkan refleks apik kiper Spurs Guglielmo Vicario.
Pada babak kedua, giliran Gyokeres menjadi bintang. Gol pertamanya terjadi pada menit ke-47, saat terbebas dari kawalan bek lawan dan tendangan keras dari luar kotak penalti berbuah gol apik.
Spurs bukan tanpa usaha, salah satunya ketika tandukan Kolo Muani sebenarnya merobek jala David Raya. Sayangnya, wasit menilai dia melakukan pelanggaran mendorong Gabriel sebelum lompat menyundul.
Momentum tuan rumah terus melemah selepas itu. Sebaliknya, semangat skuad Gudang Peluru untuk terus menekan tim tamu berbuah gol apik Eze pada menit ke-61.
Terakhir, pada menit 90+, Saka jatuh dan tampak kesakitan. Arteta pun tak ingin berjudi memaksa kapten sekaligus pemain bintangnya itu cedera. Noni Madueke pun masuk buat mengisi sayap kanan.
Belum 5 menit Madueke bermain, satu sentuhan operan ke Martin Odegaard begitu signifikan membuka ruang, Gyokeres punya waktu masuk ke dalam kotak penalti menyambut umpan terobosan apik. Gol pun tercipta pada menit 90+4.
Dua gol itu, beserta dominasi sentuhannya di kotak penalti lawan selama 90 menit bermain, Gyokeres diganjar rating 9,0 dan menjadi bintang lapangan. Menyusul kemudian Eze yang mendapat nilai 8,9.
Kemenangan ini membuat The Gunners sementara selamat dari kejaran rival terdekatnya dalam perburuan gelar juara Liga Inggris, Manchester City.
Pasalnya, setelah melakoni laga pekan ke-31 melawan Wolves terlebih dahulu, Arsenal sudah punya 28 laga dengan total 61 poin.
Man City menjalani jadwal normal dengan 27 laga dan mengumpulkan 56 poin. Artinya, dengan asumsi Erling Haaland cs terus memenangkan laga, selisih poin kedua tim hanya 2.
Duel antara Arsenal dan Manchester City di Etihad Stadium pun patut dinantikan, sebab bakal semakin panas dibumbui penentuan nasib perebutan trofi Premier League 2025-2026.





