Pantau - Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu menyoroti perlunya transformasi digital yang serius serta penguatan fungsi edukasi publik oleh lembaga penyiaran publik dan kantor berita negara.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Kunjungan Kerja Reses Komisi VII bersama TVRI, RRI, dan LKBN Antara di Semarang, Jawa Tengah, Jumat 20 Februari 2026 sebagaimana dipublikasikan pada 22 Februari 2026 dalam kanal Kegiatan DPR RI Komisi VII.
Dalam pertemuan itu, Bane memberi perhatian khusus pada paparan Radio Republik Indonesia (RRI) terkait tantangan sumber daya manusia dan adaptasi teknologi.
Ia menyatakan, "Kalau bicara soal kendala, kendala itu sesuatu yang tidak bisa diatasi. Tapi kalau masih bisa diatasi, berarti itu bukan kendala. Di era sekarang, teknologi seperti artificial intelligence sudah sangat maju. Broadcaster bisa memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas tampilan dan produksi. Jadi isu SDM untuk tampil di audiovisual, menurut saya, bukan lagi isu utama, selama ada kemauan untuk meningkatkan kemampuan,".
Ia menilai lembaga penyiaran publik harus adaptif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi digital guna memperkuat daya saing di tengah ekosistem media yang semakin kompetitif.
Kritik Pengelolaan Media Sosial dan Strategi DigitalSelain aspek teknologi, Bane mengkritisi pengelolaan media sosial lembaga penyiaran publik yang dinilai belum optimal dan belum menunjukkan strategi digital yang kuat.
Ia menyatakan, "Media itu tidak pernah libur, 24 jam. Tapi saya lihat ada hari-hari di mana tidak ada postingan sama sekali. Kalau mau bertarung dan merebut pasar, harus serius. Tidak bisa sekadar formalitas, yang penting ada konten,".
Menurutnya, indikator keseriusan dapat dilihat dari konsistensi publikasi, pertumbuhan pengikut, serta tingkat interaksi publik atau engagement rate.
Ia menilai media digital tanpa wajah atau faceless media mampu meraih jutaan pengikut dan menghasilkan dampak ekonomi sehingga lembaga penyiaran publik seharusnya memiliki potensi lebih besar.
Peran Edukasi Kebijakan PublikBane tetap mengapresiasi upaya TVRI, RRI, dan Antara dalam mempromosikan UMKM dan program pemerintah.
Ia menekankan pentingnya peran media negara dalam mengedukasi masyarakat mengenai kebijakan strategis seperti program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan ultramikro.
Ia menegaskan, "Kalau memang mengambil posisi sebagai media negara, maka harus serius menyampaikan informasi yang benar-benar dibutuhkan publik. Tidak hanya menampilkan produk UMKM, tapi juga menjelaskan bagaimana cara mengakses KUR, apa syaratnya, apa kategorinya, apakah ultramikro, mikro, atau kecil. Ini informasi dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat,".
Ia mengungkapkan masih banyak masyarakat yang belum memahami program KUR sehingga menunjukkan adanya kesenjangan informasi yang dapat diisi oleh media publik sebagai jembatan antara negara dan masyarakat.
Bane menyampaikan, "Kami di Komisi VII tentu akan menjadikan ini sebagai catatan penting. Kami mengapresiasi kerja keras yang sudah dilakukan, tetapi ke depan harus lebih serius, lebih strategis, dan lebih relevan dengan kebutuhan publik,".




