INDI 4.0 merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia sebagai instrumen nasional untuk mengukur kesiapan perusahaan manufaktur dalam bertransformasi menuju era Industri 4.0.
Regulasi ini mengacu Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pengukuran Tingkat Kesiapan Industri dalam Bertransformasi Menuju Industri 4.0.
Pencapaian ini dinilai signifikan mengingat Alva baru beroperasi kurang dari empat tahun, namun telah memenuhi standar INDI 4.0 dan sejajar dengan perusahaan manufaktur yang lebih mapan.
Sertifikasi tersebut menegaskan bahwa Alva telah memiliki fondasi kuat dalam penerapan smart manufacturing dan siap melangkah ke tahap implementasi yang lebih komprehensif. Alva juga menjadi satu-satunya produsen motor listrik merek Indonesia yang memperoleh pengakuan ini, sekaligus dinilai unggul dalam kesiapan transformasi digital. Baca Juga:
Cari Mobil Murah untuk Mudik, Cek Harga Daihatsu Xenia Bekas
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menilai keseriusan perusahaan dalam mendorong adopsi motor listrik melalui fasilitas produksi yang lengkap serta keberadaan pusat Research & Development (R&D) mandiri.
"Keberadaan R&D mandiri seperti yang dimiliki Alva, menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam penilaian kami. Ini menunjukkan bahwa Alva tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada inovasi dan pengembangan teknologi secara berkelanjutan. Kami mendorong Alva untuk terus melangkah ke tahapan berikutnya, dengan target menjadi National Lighthouse dalam program nasional INDI 4.0 di tahun 2026," ungkap Alva.
Transformasi digital yang dijalankan Alva tidak hanya berdampak pada sistem produksi, tetapi juga pada kualitas produk yang diterima konsumen. Sertifikasi INDI 4.0 mencerminkan kesiapan sistem produksi yang terdigitalisasi dan terintegrasi, sehingga menghasilkan motor listrik dengan presisi dan konsistensi lebih baik.
Integrasi manufaktur dengan R&D memungkinkan inovasi lebih cepat diterapkan, mulai dari peningkatan efisiensi baterai hingga pengembangan fitur keselamatan. Dukungan ekosistem Boost Charging Station dan layanan purna jual berbasis data juga menjadi bagian dari strategi digitalisasi yang diklaim meningkatkan pengalaman pengguna. Baca Juga:
Simak, Skema Kredit Mobil Listrik Suzuki e Vitara
"Sertifikat INDI 4.0 ini merupakan pengakuan atas komitmen Alva dalam mengadopsi teknologi digital dan praktik terbaik Industri 4.0. Pencapaian ini memperkuat posisi kami sebagai pemain kunci dalam industri mobilitas elektrifikasi di Indonesia. Kami akan terus berinovasi dan meningkatkan kapabilitas digital untuk memberikan solusi mobilitas yang lebih efisien, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang," ungkap Chief Marketing Officer Alva, Putu Swaditya Yudha, melalui keterangan resminya.
Sertifikasi INDI 4.0 menjadi pijakan strategis bagi Alva untuk melangkah menuju Champion INDI 4.0, sebelum mencapai status National Lighthouse. Predikat tersebut diberikan kepada perusahaan yang dinilai unggul dan menjadi acuan nasional dalam penerapan industri 4.0 berbasis digitalisasi terintegrasi, serta berpotensi menuju Global Lighthouse dalam ekosistem Industri 4.0.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2022%2F06%2F25%2F7cfaa37d-4579-49a1-b3f5-ae5aa2db8fa3.jpg)
