Dedi Mulyadi Jemput Langsung 13 Korban TPPO Asal Jabar

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menemui dan menjemput langsung 13 korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Jawa Barat di Maumere, Kabupaten Sikla, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dedi Mulyadi menemui para korban yang sudah diamankan di safe house Tim Relawan Kemanusiaan Untuk Flores (TRUK-F) yang dipimpin Biarawati Suster Fransiska Imakulata, Senin (23/2/2026). 

Ada 12 korban yang dipulangkan hari ini, sementara 1 orang sudah meninggalkan NTT lebih dulu. 

Para korban diterbangkan memakai pesawat Susi Air dari Bandara Frans Seda, Maumere, untuk diterbangkan ke Labuan Bajo selanjutnya ke Jakarta.

"Sekarang para korban sudah berada di Labuan Bajo," kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya melakukan penjemputan langsung untuk memastikan kondisi warganya yang menjadi korban TPPO dalam keadaan sehat dan selamat.

Baca Juga

  • Tak Mau Harga Pangan Melejit, Kuningan Gulirkan 15 Pasar Murah
  • Keterbatasan SDM Terampil jadi Hambatan Cirebon Beralih ke Industri Berbasis Teknologi
  • Jadwal Buka Puasa dan Bedug Magrib Wilayah Jabar Hari Ini 21 Februari 2026

"Dalam rangka memastikan yang 13 korban ini dalam keadaan sehat, dalam keadaan selamat, dan dalam keadaan baik. Sehingga mereka bisa kembali ke Jawa Barat," katanya.

Dalam proses pemulangan, ia juga didampingi oleh 2 kepala daerah yang warganya menjadi korban TPPO di NTT yakni, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein.

KDM, panggilan akrab Dedi Mulyadi, menegaskan proses pemulangan para korban ini akan menjadi pintu masuk ke proses hukum atas dugaan TPPO.

Karena itu pihaknya menggandeng Direktorat PPA dan PPO Polda Jabar serta tim kuasa hukum Jabar Istimewa.

"Proses hukumnya tetap berlanjut. Dan mereka memiliki kesiapan untuk terus mengikuti proses penanganan perkara ini. Dari mulai penyelidikan, sekarang sudah penyelidikan, penetapan tersangka. Kemudian mereka melengkapi berkas nanti di kejaksaan kalau diperlukan, menjadi saksi di pengadilan," tuturnya.

KDM juga memastikan jika para korban akan mendapatkan pendampingan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. "Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersedia melakukan pendampingan sampai masalah ini selesai," katanya.

Sebelumnya, kasus dugaan mencuat, 13 perempuan asal Jabar diduga mengalami kekerasan, pelecehan seksual, diancam dan dipaksa bekerja di luar kontrak di sebuah tempat hiburan malam di Maumere. Kasus ini mendapatkan bantuan dan pendampingan dari TRUK-F.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Senin, 23 Februari 2026 di Pontianak, Singkawang, dan Banjarmasin
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Garuda Indonesia Group dan Masjid Istiqlal Berkolaborasi untuk Perkuat Layani Umat Saat Berbuka Puasa
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Sudah Dibuka! Ini Link dan Cara Daftar Mudik Gratis DKI Jakarta 2026
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Luhut Sebut Kesepakatan Dagang RI-AS untuk Lindungi Kepentingan Nasional
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Isi Ramadan dengan Kegiatan Positif, Beauty Intip Yuk Cara Donasi Pakaian di Blibli
• 19 jam laluherstory.co.id
Berhasil disimpan.