Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti kondisi Pasar Palmerah yang kembali semrawut. Ia berjanji akan membenahi akses menuju stasiun hingga menertibkan angkutan kota (angkot) yang kerap ngetem sembarangan di kawasan tersebut.
Hal itu disampaikan Pramono merespons pertanyaan soal kondisi Pasar Palmerah yang dipenuhi angkot ngetem dan pedagang yang berjualan tidak tertata.
"Untuk Palmerah memang kita segera akan lakukan perbaikan seperti di Cikini," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, salah satu persoalan utama di Palmerah adalah akses menuju stasiun yang belum tertata baik. Ia menyebut masih ada warga yang harus melompati pagar rel untuk menuju Stasiun Palmerah.
"Di Palmerah itu orang untuk ke stasiun itu harus sebagian masih lompat pagar, persis seperti yang kemarin kita selesaikan di Cikini," ujarnya.
Pramono mengatakan telah meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk segera berkoordinasi dengan PT KAI karena pengelolaan stasiun berada di bawah kewenangan KAI. Ia mencontohkan penataan di kawasan Cikini yang dilengkapi pelican crossing untuk memudahkan penyeberang jalan.
"Karena harus bekerja sama dengan KAI. Yang memiliki stasiun itu kan KAI. Apa yang kami lakukan di Cikini, kemudian dibangun pelican crossing, itu menyelesaikan persoalan yang ada di Cikini," jelasnya.
Pramono memastikan konsep serupa akan diterapkan di Palmerah. Dengan akses yang lebih tertata, Pramono optimistis angkot tidak lagi ngetem sembarangan dan pedagang bisa ditata lebih rapi.
"Untuk Palmerah akan kami lakukan yang sama, termasuk pedagang nantinya kalau itu sudah bisa dilakukan, maka orang tidak bisa, terutama angkot dan sebagainya, ngetem sembarangan," imbuhnya.
(bel/eva)





