Gembong Narkoba El Mencho Tewas dalam Operasi

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews - Jalisco, Meksiko

Kematian pemimpin CJNG memicu gelombang kekerasan dan blokade jalan di delapan negara bagian Meksiko .

Pemerintah Meksiko mengonfirmasi tewasnya Nemesio Oseguera Cervantes, yang lebih dikenal dengan julukan "El Mencho", dalam sebuah operasi militer berskala besar pada Minggu 22 Februari 2026 waktu setempat. 

Pemimpin kartel paling berkuasa di Meksiko, Jalisco New Generation Cartel (CJNG), tersebut tewas dalam baku tembak di wilayah pegunungan Sierra Madre.

Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan bahwa operasi yang berlangsung di Kota Tapalpa ini melibatkan pasukan khusus angkatan darat dan Garda Nasional. 

Aksi ini mendapat dukungan intelijen dari otoritas Amerika Serikat untuk melacak keberadaan buronan yang paling dicari tersebut.

"Personel militer diserang dan melepaskan tembakan balasan," tulis pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Meksiko. Dalam insiden tersebut, El Mencho tewas bersama enam orang yang diduga sebagai pengawal pribadinya.

Gelombang Kekerasan Pasca-Operasi 

Kematian pria berusia 59 tahun ini segera memicu reaksi anarki dari kelompok bersenjata di berbagai wilayah. 

Para anggota kartel melakukan pembakaran kendaraan dan pemblokiran jalur transportasi utama di sedikitnya delapan negara bagian, termasuk Jalisco, Guanajuato, dan Michoacán.

Situasi keamanan yang memburuk berdampak pada sektor penerbangan internasional. Maskapai Air Canada menangguhkan penerbangan ke Puerto Vallarta karena alasan keamanan. 

Di Guadalajara, kota yang dijadwalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, kepanikan pecah di bandara saat warga sipil berusaha mencari perlindungan dari potensi serangan balasan.

Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, telah menginstruksikan jutaan warga untuk tetap berada di dalam rumah. "Layanan transportasi umum dihentikan sementara hingga situasi berhasil dikendalikan sepenuhnya," tegasnya.

Kerja Sama Intelijen Lintas Batas 

Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari peran Joint Interagency Task Force-Counter Cartel, sebuah gugus tugas yang dibentuk tahun lalu untuk memetakan jaringan narkotika di perbatasan AS-Meksiko. 

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut El Mencho sebagai target utama karena keterlibatannya dalam penyelundupan fentanil secara masif.

Christopher Landau, Deputi Sekretaris Negara AS, menyambut baik perkembangan ini melalui platform media sosialnya. Ia menggambarkan El Mencho sebagai salah satu raja narkoba paling kejam dalam sejarah modern.

"Ini adalah perkembangan besar bagi Meksiko, AS, Amerika Latin, dan dunia," tulis Landau.

Meskipun situasi di beberapa titik masih tegang, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memastikan koordinasi antar-pemerintah negara bagian terus berjalan ketat untuk memulihkan ketertiban umum.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penjahit Mulai Sibuk Garap Baju Lebaran, Ada yang Tutup Orderan Baru
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Alexis Mac Allister Cetak Gol Menit 90+7 dan Selamatkan Tiga Poin Liverpool atas Nottingham Forest
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Wamenekraf: Imlek Festival tunjukkan keharmonisan keberagaman bangsa
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Gohu ikan ramai diminati saat berbuka puasa
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Pengakuan Tak Terduga Pengacara Soal Dugaan Penyimpangan Seksual AKBP Didik Dibalas Jawaban Nyelekit Mabes Polri
• 16 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.