EtIndonesia. Seiring datangnya tahun 2026, yaitu tahun Bingwu (Kuda Api), yang juga bertepatan dengan peristiwa 60 tahunan yang dikenal sebagai “bencana Kuda Merah dan Kambing Merah”, yang secara tradisional diyakini membawa unsur api yang kuat dan banyak perubahan. Pada hari kelima Tahun Baru Imlek (21 Februari), wilayah utara Tiongkok dilanda angin kencang dan badai pasir, sementara di saat yang sama kebakaran hutan meletus di banyak daerah, dengan kobaran api yang ganas dan cepat menyebar.
Pada hari kelima Imlek, Badan Meteorologi Pusat Tiongkok secara berturut-turut mengeluarkan peringatan angin kencang level kuning, badai pasir level kuning, badai salju level biru, serta gelombang dingin level biru.
Badai pasir melanda banyak wilayah di utara dan bahkan bergerak ke selatan hingga kawasan Sungai Yangtze, mencakup hampir setengah wilayah Tiongkok. Langit Beijing tampak kekuningan, konsentrasi PM10 mencapai tingkat polusi berat atau lebih tinggi, dan muncul fenomena langka yang disebut “matahari biru”.
Pada sore hari 21 Februari, kebakaran hutan skala besar terjadi di wilayah Danau Panlong, Gunung Fenglong, Kabupaten Yuanshi, serta daerah Kabupaten Jingxing di Shijiazhuang, Provinsi Hebei. Video yang diunggah warganet menunjukkan beberapa puncak gunung dilalap api, kobaran besar dan asap tebal mewarnai langit menjadi merah.
Pada hari yang sama, Shijiazhuang mengeluarkan peringatan angin kencang level oranye, dengan hembusan angin mencapai skala 8–10. Api dengan cepat membesar karena dorongan angin. Hingga dini hari 22 Februari, kebakaran masih dalam proses pengendalian. Luas area yang terbakar serta penyebab kebakaran belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang.
Warganet Tiongkok berkomentar :
“Pada hari kelima Imlek, Gunung Fenglong di Shijiazhuang, Yuanshi, Jingxing, Zanhuang, Gunung Cuifeng di Yangquan, Gunung Shuangluan di Chengde—katanya semua terbakar pada hari yang sama, bahkan terlihat dari jalan tol.”
“Area kebakaran makin meluas, benar-benar menakutkan. Angin terlalu kencang, api sama sekali tidak bisa dikendalikan.”
Sebagian netizen berspekulasi :
“Saya orang Zanhuang, saya rasa ada kaitannya dengan panel surya di gunung.”
“Kebakaran ini disebabkan korsleting pembangkit listrik fotovoltaik di gunung, pejabat harus dihukum dan diminta mengganti kerugian rakyat.”
“Di gunung banyak kabel listrik, tertiup angin lalu korslet.”
Pada 21 Februari sore, kebakaran juga terjadi di kawasan wisata Gunung Wutai, Kota Xinzhou, Provinsi Shanxi. Titik api berada di Desa Yangbaiyu, Kecamatan Taihuai, sekitar 2 kilometer dari kawasan inti Gunung Wutai.
Staf Biro Manajemen Darurat Gunung Wutai mengatakan kepada media Jimu News bahwa memang terjadi kebakaran pada sore hari tersebut. Saat itu angin cukup kencang, namun kini api telah berhasil dikendalikan, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kebakaran Hutan Xixiakou, RongchengPada 21 Februari sore, kebakaran hutan juga terjadi di kawasan pegunungan di seberang Taman Satwa Liar Shendiao Mountain, Xixiakou, Kota Rongcheng, Weihai, Provinsi Shandong. Karena angin kencang, api dengan cepat menyebar.
Pihak Biro Manajemen Darurat setempat menyatakan pada 22 Februari bahwa kebakaran telah dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Namun, netizen meninggalkan pesan :
“Hingga malam hari api belum padam.”
“Kebakaran berlangsung semalaman.”
“Api ini terlihat sangat mengerikan.”
“Kebakaran hutan lagi di Weihai, beberapa gunung besar terbakar habis.”
“Saat evakuasi macet dua jam.”
“Di area parkir saja macet satu jam penuh, bergerak kurang dari 100 meter.”
Sebelumnya, staf Kawasan Wisata Xixiakou menyatakan bahwa Taman Dunia Satwa Shendiao Mountain tidak mengalami kebakaran. Namun, karena diberlakukannya pengaturan lalu lintas sementara di sekitar lokasi, pada tanggal 22 Februari Taman Dunia Satwa Shendiao Mountain dan Kawasan Wisata Chengshantou ditutup sementara selama satu hari.
Netizen daratan Tiongkok menulis pesan :
“Dua hari lalu ke Shandong, kemarin (21 Februari) pulang dan melihat banyak kebakaran di sepanjang jalan tol.”
“Saya baru wisata ke Handan, Kota Tua Guangfu terbakar, Shijiazhuang juga terbakar.”
“Banyak tempat di Shanxi juga terbakar.”
“Shijiazhuang terbakar, Chengde juga terbakar, Hebei benar-benar seperti memasuki ritme ‘lautan api’.”
“Baoding juga terbakar, Weihai di Shandong, dan Gansu juga ada gunung yang terbakar.”
“Zanhuang, Jingxing, Yuanshi di Shijiazhuang, Zhangjiakou, dan Chengde—banyak wilayah di Hebei mengalami kebakaran hutan.”
“Sudah masuk periode keberuntungan unsur api, ditambah tahun Bingwu, yang paham pasti paham.”
“Tahun api ‘Kuda Merah dan Kambing Merah’, api di atas api.” (Hui)
Reporter: Li Enzhen / Disunting oleh: Li Hong
Sumber : NTDTV.com





