Dari garasi rumah yang sederhana, lahir sebuah visi besar, yakni membangun ekosistem wirausaha berbasis bumbu masak dengan rempah Indonesia yang kini mampu bersaing di pasar nasional dan global. Yanti Melianty Isa telah sukses menjalankan usaha tersebut sejak 25 tahun lalu.
Didirikan pada Februari 2001 oleh entrepreneur perempuan Indonesia ini, brand food seasoning bernama MAGFOOD itu lahir di garasi rumah yang juga difungsikan sebagai ruang pelatihan. Dengan menyewa paviliun untuk pabrik, gudang, dan laboratorium R&D, usaha tersebut berkembang secara bertahap.
Brand yang sudah memasuki standar nasional itu menjual bumbu masakan dengan 99 varian rasa, termasuk produk non MSG, varian khusus vegetarian, hingga bumbu tabur aneka rasa.
Gagasan tentang duplikasi usaha UMKM melalui jaringan, mulai diwujudkan lewat kemitraan gerobak Fried Chicken Magfood Red Crispy yang kemudian berkembang hingga 270 outlet dan menjadi satu di antara pionir model kemitraan kuliner di Indonesia.
Yanti mengalami transformasi besar pada usahanya di tahun 2007, ketika jaringan tersebut berevolusi menjadi Amazy Family-Resto, memperluas jangkauan ke berbagai kota di Indonesia hingga Malaysia.
"Sejak awal, kami tidak ingin hanya menjual bumbu atau membuka restoran. Kami ingin menciptakan ekosistem usaha yang saling mendukung,dari suplai bahan, produksi, sampai penjualan. Agar UMKM Indonesia punya daya saing yang kuat di negeri sendiri," tegas Yanti.
Untuk mengupayakan brand awareness, Yanti juga melihat betul betapa pentingnya mendaftarkan sebagai brand bersertifikasi halal, BPOM, hingga HACCP guna memperlihatkan komitmennya terhadap keamanan pangan.
Bumbu masak buatannya kini digunakan oleh produsen keripik, kerupuk, kacang atom, hingga jaringan hotel, restoran, dan katering. "Kami juga menggarap pasar hotel, restoran, catering (horeka) dengan memproduksi bumbu-bumbu masak seperti kaldu ayam, kaldu sapi, tepung bumbu dan saos perendam, juga aneka frozen food untuk restoran," lanjutnya.
Menurut Yanti, dampak terbesar dari perjalanan ini bukan hanya pertumbuhan bisnis, melainkan terbukanya akses wirausaha yang lebih luas. Ekosistem tersebut diperkuat melalui berbagai peluang usaha berbasis brand AMAZY.
Mulai dari franchise restoran keluarga, reseller dan dropshipper AMAZY FROZEN dengan modal Rp 500 ribu, hingga paket usaha Booth Mobile AMAZY yang fleksibel dan adaptif terhadap perkembangan pasar serta era digital.
"Paket usaha booth mobile AMAZY dengan investasi rendah Rp 15 juta sudah bisa memiliki usaha AMAZY dengan berbagai pilihan makanan dan minuman untuk dijual di lokasi bazar, berbagai acara atau event, katering, kantin sekolah dan lain sebagainya," jelasnya.
Tantangan selama 25 tahun tentu tidak ringan. Persaingan industri yang ketat dan dinamika pengembangan organisasi menjadi bagian dari proses pendewasaan perusahaan. Namun komitmen untuk terus berbenah dan menjaga integritas menjadi prinsip yang dipegang teguh.
Memasuki usia perak, strategi ke depan difokuskan pada penguatan inovasi produk yang mengikuti tren konsumen, optimalisasi digitalisasi jaringan distribusi dan mitra, pengembangan model usaha berinvestasi rendah yang inklusif, serta peningkatan kualitas kader pemimpin usaha di dalam ekosistem.
"Perjalanan ini penuh tantangan, tetapi kami percaya bahwa ketekunan, inovasi, dan integritas adalah fondasi keberlanjutan. Kami terus melakukan perbaikan manajemen dan penguatan SDM agar bisa bertahan dan berkembang," ucapnya.
"Kami ingin MAGFOOD dan AMAZY tidak hanya besar, tetapi menjadi role model ekosistem wirausaha berbasis pangan Indonesia yang mampu bersaing secara global," tutup Yanti.
Dari garasi rumah hingga jaringan nasional dan Malaysia, perjalanan seperempat abad ini menjadi bukti bahwa visi yang kuat, sistem yang terstruktur, dan komitmen pemberdayaan dapat menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi banyak pihak.





