Dalam konteks tersebut, langkah strategis PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI), yang dikenal dengan kode saham ACES ini, resmi menghadirkan NEKA sebagai merek ritel barunya yang menarik untuk dicermati. Kehadiran NEKA menegaskan kembali kematangan strategi AHI dalam membangun portofolio ritel multi-brand yang resilien.
AHI memposisikan dirinya sebagai pemimpin di industri ritel melalui portofolio merek yang memiliki segmentasi pasar berbeda. Dengan adanya AZKO, ATARU, Pendopo, NEKA, serta merek anak usaha Toys Kingdom, AHI memiliki fondasi yang kuat untuk tetap tangguh di tengah persaingan industri. Strategi multi-brand ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dari berbagai segmen pasar dengan preferensi konsumen yang beragam.
“NEKA menjadi wujud konsep ritel yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh lebih banyak keluarga Indonesia, khususnya di kawasan penyangga kota," ungkap Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Gregory S. Widjaja dalam sesi saat Media gathering di Tangerang Selatan, Kamis, 29 Januari 2026.
Kehadiran NEKA menandai inovasi dan langkah ekspansi strategis AHI ke segmen pasar yang lebih luas. Merek ritel baru ini memperluas portofolio bisnis AHI dengan menawarkan aneka kebutuhan rumah dan gaya hidup dengan harga yang lebih terjangkau. Fokus utama NEKA adalah menyasar konsumen kelas menengah ke bawah yang selama ini menjadi tulang punggung konsumsi domestik.
Strategi ini memperlihatkan pemahaman AHI yang sangat kontekstual terhadap karakter konsumen Indonesia, dengan kemampuan menjangkau spektrum pasar yang lebih luas. Fokus pada kebutuhan fungsional dan harga terjangkau menjadi diferensiasi penting yang memperluas jangkauan AHI di pasar domestik.
NEKA menawarkan produk yang fungsional dan relevan untuk kebutuhan sehari-hari, sambil tetap menghadirkan pilihan produk kekinian yang mengikuti tren dengan nilai belanja yang lebih ekonomis. Sejak diumumkan secara resmi pada Januari ini, NEKA telah hadir dengan lebih dari 10 toko.
Selain itu, NEKA menjalin komitmen untuk tumbuh bersama ekosistem dalam negeri melalui kolaborasi dengan sejumlah perusahaan merek lokal, seperti Paragon, Wings Group, dan Mayora. Kolaborasi ini tercermin melalui pengembangan produk di kategori kecantikan, serta makanan dan minuman.
Melengkapi AZKO yang berfokus pada segmen menengah ke atas dan berlokasi di pusat perbelanjaan utama, NEKA dikembangkan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan komunitas. Penempatan toko NEKA berada di kawasan pinggiran kota dan area pemukiman padat penduduk yang belum terlayani optimal oleh ritel modern, seperti Condet, Tangerang, Dramaga Bogor, Meruyung Depok, hingga Serang.
Strategi lokasi ini mencerminkan pemahaman AHI terhadap pola belanja dan karakter masyarakat yang mengutamakan kemudahan akses, kedekatan, serta efisiensi dalam nilai belanja.
Melalui NEKA, AHI menegaskan kapabilitas dan pengalaman panjangnya di industri ritel dengan memperluas jangkauan pasar secara terukur. Strategi ini memastikan bahwa perluasan pasar dilakukan tanpa mengorbankan peran dan positioning masing-masing merek usaha dalam ekosistem perusahaan.
Diversifikasi segmen pasar yang dijalankan secara terukur memberikan fleksibilitas pertumbuhan sekaligus meredam risiko ketergantungan pada satu segmen pasar. Strategi tersebut tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi diwujudkan melalui pengembangan merek dengan positioning yang jelas dan menyasar segmen berbeda, bahkan lebih luas. Melalui portofolio inilah AHI memperluas jangkauan konsumennya secara terarah, tanpa mengorbankan identitas masing-masing brand.
Salah satu merek usahanya adalah Ataru, yang menyasar kaum muda dengan konsep gaya hidup yang ceria dan praktis. Brand ini menyediakan berbagai produk gaya hidup unik dan trendi, mulai dari aksesori seperti tas, topi, boneka, kacamata, alat tulis, perlengkapan travel, produk kecantikan, serta elektronik kecil.
Berbeda dengan Ataru, Pendopo menekankan pada pelestarian budaya dan pengembangan produk lokal Indonesia. Brand ini menjadi wadah bagi produk UMKM, meliputi kain tradisional seperti batik dan tenun, kerajinan tangan, perhiasan lokal, makanan khas daerah, hingga perlengkapan rumah bertema etnik.
Sementara itu, merek anak usaha AHI, Toys Kingdom hadir sebagai salah satu pusat mainan dan hobi terbesar di Indonesia. Ribuan jenis mainan tersedia untuk berbagai kelompok usia, mulai dari mainan bayi, boneka, mobil-mobilan, action figures, hingga permainan edukasi dan koleksi hobi seperti LEGO dan Gundam.
Dengan komposisi portofolio tersebut, kehadiran NEKA menjadi penguat dan perluasan pangsa pasar yang merefleksikan langkah strategis matang untuk menjaga resiliensi di tengah kompetisi ritel yang semakin ketat. Segmentasi yang terdefinisi jelas memungkinkan AHI memperluas basis konsumen secara terukur, menjaga kekuatan masing-masing merek, sekaligus memperkuat prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Bersama merek ritel lainnya dalam ekosistem AHI, NEKA menjadi bagian dari peta strategi perusahaan untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan. Langkah ini memperkuat daya tahan bisnis AHI, serta menjadikannya tetap adaptif terhadap dinamika kebutuhan pasar di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)





