FAJAR, MAKASSAR – Upaya memperkuat toleransi dan menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat terus digencarkan Pemerintah Kota Makassar. Melalui kolaborasi bersama Kantor Kementerian Agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Lima Kelurahan Sadar Kerukunan segera diluncurkan sebagai percontohan penguatan moderasi beragama. Program ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam mencegah potensi konflik sekaligus meningkatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama di Kota Makassar.
Peluncuran yang dijadwalkan akhir Februari ini juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam merawat nilai toleransi.
Terlebih, momentum tersebut beririsan dengan perayaan Cap Go Meh dan bulan suci Ramadan, mempertegas komitmen Makassar sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman dan hidup berdampingan secara damai.
Hal itu disampaikan, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, saar menerima audiensi Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar bersama jajaran pengurus FKUB dan Panitia Jappa Jokka Cap Go Meh 2026, terkait rencana peluncuran lima Kelurahan Sadar Kerukunan, Senin, 23 Februari.
Peluncuran lima kelurahan yang terdapat di tiga kecamatan tersebut akan menjadi percontohan dalam menjalankan strategi penguatan Indeks Kerukunan Umat Beragama. Peluncuran dijadwalkan pada 28 Februari mendatang.
Munafri menyambut dan menyatakan dukungan penuh, sebab program ini sejalan dengan komitmen Pemkot dalam memperkuat toleransi antar umat di tengah kemajemukan masyarakat. “Pemkot Makassar mendukung penuh program ini, termasuk dukungan secara regulasi agar berkelanjutan,” tegasnya.
Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar, Muhammad menyampaikan, program Kelurahan Sadar Kerukunan menjadi langkah penting dalam mendorong peningkatan indeks kerukunan umat beragama di Kota Makassar.
“Tahun lalu kita belum menyiapkan ini sehingga nilai kualitas dan kuantitas kerukunan di tingkat nasional belum bergerak cepat. Dengan lima kelurahan ini, kita berharap menjadi titik awal moderasi dan toleransi berjalan lebih baik,” tambahnya.
Dia menguraikan, lima kelurahan tersebut tersebar di Kecamatan Wajo, Manggala, dan Tamalate. Menurutnya, kriteria utama adalah tersedianya rumah ibadah yang mewakili agama, seperti masjid, wihara, hingga kelenteng, sebab itu pertanda semua tokoh agama ada di sana. Termasuk kalangan pemuda lintas agama yang mereka himpun untuk memberikan informasi perkembangan kerukunan di wilayahnya.
“Selama ini kita sering turun setelah terjadi konflik, padahal sudah sulit. Dengan Kelurahan Sadar Kerukunan, kita ingin mencegah sejak dini,” jelasnya.
Ketua Panitia Jappa Jokka Cap Go Meh sekaligus pengurus FKUB, Suzanna merasa bersyukur karena launching Kelurahan Sadar Kerukunan dibarengi dengan opening Cap Go Meh yang tahun ini beririsan dengan bulan Ramadan.
“Kami sangat senang karena launching ini dibarengkan dengan opening Jappa Jokka Cap Go Meh. Ini menandai harmonisasi, sesuai tema kami ‘Harmony in Life’. Tahun ini Cap Go Meh bersamaan dengan Ramadan, jadi ini menambah poin bahwa Makassar memang pantas menjadi kota yang toleran,” jelasnya.
Kata dia, launching akan dirangkaian dengan sejumlah kegiatan, diawali dengan prosesi Cap Go Meh dari Istana Dewi Kwan Im di Jalan Diponegoro untuk mendoakan Kota Makassar, Tabligh Akbar bersama Das’ad Latif, serta lomba patrol remaja masjid dan night run pada 1 Maret sebagai penutup acara.
Kepala Kesbangpol Kota Makassar, Fathur Rahim menyampaikan, melalui launching Kelurahan Sadar Kerukunan dan Jappa Jokka Cap Go Meh, kegiatan Ramadhan tahun ini tidak hanya dipenuhi keagamaan, tapi juga kebudayaan.
“Sehingga, kolaborasi antara Pemkot, Kemenag, dan FKUB menjadi fondasi kuat dalam menjaga keharmonisan,” tuturnya.
Dengan hadirnya lima Kelurahan Sadar Kerukunan, Pemerintah Kota Makassar optimistis penguatan moderasi beragama dapat berjalan lebih sistematis sekaligus mempertegas posisi Makassar sebagai kota toleran dengan indeks kerukunan yang terus meningkat.
“Dengan apa yang kita lakukan ini, kiranya masyarakat melihat dan menjaga keharmonisan. Jadi bukan cuma pemerintah, Departemen Agama, FKUB yang menjaga keharmonisasi, tetapi seluruh masyarakat kota ikut menjaga,” tambah dia. (wid)





