Grid.ID - Aktris asal Indonesia, Zaskia Sungkar tengah diliputi kebahagiaan setelah melahirkan putra keduanya dengan Irwansyah pada Sabtu, 21 Februari 2026. Kehadiran sang buah hati menjadi momen haru sekaligus penantian setelah ia menjalani program kehamilan.
Perjalanan menuju kelahiran anak keduanya itu bukanlah proses singkat. Ia mengaku harus melewati banyak tahapan dan pembelajaran sebelum akhirnya bisa sampai di titik tersebut.
"Dari mulai program kemarin sampai hari ini tuh nggak mudah ya, pasti banyak banget edukasi yang diberikan untuk kita yang awam sama apa saja kebutuhan kita selama program dan sampai melahirkan," ujarnya saat berada di RSU Bunda, Jakarta Selatan pada Senin (23/2/2026).
Ia merasakan bahwa dukungan tenaga medis menjadi faktor penting selama proses tersebut. Pendampingan yang konsisten membuatnya merasa lebih siap menjalani setiap tahap.
"Terus Dokter Tiwi juga luar biasa banget pendampingannya untuk sampai laktasi, sampai hari ini, sampai tadi pagi ya, masih terus berjuang supaya bisa meng-ASI dengan lancar," ungkapnya.
"Dokter Meri juga makasih, dari mulai IVF sampai hamil dan sampai hari ini tuh panjang banget prosesnya, tapi luar biasa banget," lanjutnya.
Ia menilai kenyamanan mental menjadi salah satu kunci keberhasilan program kehamilan yang dijalaninya. Perasaan tenang membuatnya lebih percaya diri menghadapi setiap prosedur.
"Jadi kita dibikin tenang, karena menurut aku salah satu kunci program itu berhasil, kitanya juga ngerasa nyaman dan tenang sih. Jadi kayak ketika informasinya itu dapat dan kita dapat informasinya puas juga, insyaallah kan jalannya lebih lancar," jelasnya.
Dalam menjalani proses tersebut, wanita berusia 35 tahun ini menyadari setiap pasien memiliki karakter berbeda. Ia sendiri memilih pendekatan yang lebih santai dan tidak terlalu banyak mencari informasi tambahan.
"kalau aku tipe yang nggak banyak nanya sebenarnya, lebih nurut ke dokter. Jadi kalau menurut aku dokternya udah ngasih informasinya cukup, ya aku udah mengerti, ya udah gitu,"katanya.
Ibu tiga anak ini merasa sikap tersebut justru membantunya menjaga kondisi emosional tetap stabil. Baginya, terlalu banyak informasi terkadang bisa memicu kekhawatiran berlebih.
"Karena aku nggak mau terlalu banyak banget tahu, nanti jadi stres. Jadi mendingan kayak aku yakin dokter itu udah lebih tahu yang terbaik. Tapi karakter pasien beda-beda, kalau aku alhamdulillah nggak panikan," pungkasnya. (*)
Artikel Asli




