Grid.ID - Polemik Insanul Fahmi kini berubah menjadi pertarungan hukum yang lebih panas dari sekadar isu perselingkuhan. Dalam podcast Hot Spot by Krisna Murti, kuasa hukum Insanul secara blak-blakan menuding adanya dugaan permufakatan jahat di balik beredarnya video CCTV.
Dipandu oleh Krisna Murti, diskusi tersebut membuka kemungkinan bahwa kasus ini tidak berdiri sendiri. Tommy selaku kuasa hukum bahkan menyebut ada rekaman percakapan yang mengarah pada transaksi dan pembagian peran.
"Yang ada, petunjuk-petunjuk yang ada itu ada rekaman-rekaman video yang isinya adalah permufakatan jahat, adanya transaksional," kata Tommy yang dikutip melalui tayangan Youtube Krisna Murti Official, Sabtu (21/2/2026).
Pernyataan itu langsung mengubah arah narasi publik yang sebelumnya fokus pada dugaan pelanggaran Pasal 284 KUHP. Kini muncul dugaan bahwa video CCTV bukan sekadar alat bukti, melainkan bagian dari skenario yang lebih besar.
Tommy mempertanyakan mengapa rekaman CCTV yang disebut sebagai bukti justru didiamkan selama dua bulan sebelum dilaporkan. Ia menilai, jika tujuannya murni penegakan hukum, seharusnya laporan dilakukan segera setelah kejadian.
Ia juga mengungkap adanya saksi kunci yang memberikan keterangan berbeda-beda. Perbedaan itu disebut menjadi dasar kecurigaan adanya rangkaian peristiwa yang sengaja disusun.
"Tujuannya apa? Duit," tegas Insanul Fahmi.
Ia menilai konflik rumah tangganya tidak masuk akal jika harus dibuka ke publik tanpa alasan besar di baliknya dan menyebut ada dugaan kontrak dan kesepakatan tertentu yang melatarbelakangi perubahan sikap sang istri. Ia mengaku mengenal karakter istrinya dan merasa ada pihak lain yang memanfaatkan momentum.
Di sisi lain, laporan terhadap Insanul di Polda Metro Jaya dikabarkan telah naik ke tahap penyidikan. Namun tim kuasa hukum menyatakan siap melawan dan membuka semua dugaan illegal access hingga tuntas.
Tommy menegaskan kasus ini tidak bisa dipandang sebagai perkara zina semata. Ia menyebut ada unsur dugaan akses ilegal, manipulasi data, hingga kemungkinan intervensi pihak tertentu.
"Kita mau kasus ini transparan, jangan ada yang dipotong-potong," kata Tommy.
Insanul pun tak menutup kemungkinan meminta perlindungan hukum lebih tinggi jika merasa proses berjalan tidak adil. Ia menegaskan dirinya tidak ingin menjadi korban kepentingan di balik konflik rumah tangga.
Di tengah badai tudingan, Insanul tetap menyuarakan keinginan damai. Namun ia juga memberi sinyal siap bertarung secara hukum jika dugaan konspirasi benar-benar terbukti.
Kini sorotan publik bukan hanya tertuju pada moral dan rumah tangga, tetapi juga pada kemungkinan adanya permainan di balik layar. Jika benar ada permufakatan dan transaksi seperti yang dituduhkan, maka kasus ini bisa melebar jauh dari sekadar drama rumah tangga menjadi skandal hukum yang lebih besar. (*)
Artikel Asli




