Ini Tanggapan Istana soal Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India untuk Kopdes Merah Putih

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan akan memeriksa informasi terkait PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang akan mengimpor 105 ribu unit pick up dari India.

Ini Tanggapan Istana soal Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India untuk Kopdes Merah Putih. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan akan memeriksa informasi terkait PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang akan mengimpor 105 ribu unit pick up dari India. Ratusan ribu kendaraan itu akan digunakan untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Prasetyo pun menegaskan akan memeriksa jumlah kendaraan yang akan diimpor itu terlebih dahulu sebelum berkomentar lebih lanjut.

Baca Juga:
58 Persen Dana Desa 2026 Wajib Dialokasikan untuk Kopdes Merah Putih

“Aku cek dulu ya angka-angkanya,” ujarnya kepada awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Sebelumnya, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengungkapkan alasan impor 105 ribu unit pick up 4x4 dan kendaraan niaga dari India senilai Rp24,66 triliun untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih.

Baca Juga:
Kadin Imbau Presiden Batalkan Rencana Impor Mobil India untuk Koperasi Merah Putih

Menurutnya, keputusan impor didorong oleh harga, kualitas, dan ketersediaan produk serupa yang terbatas di dalam negeri.

Baca Juga:
Bos Agrinas Ungkap Alasan Impor Mobil Rp24,66 Triliun dari India untuk Kopdes Merah Putih

Dari sisi harga, kendaraan impor dari India dinilai lebih kompetitif dibandingkan produk dari pabrikan lain. Selain lebih murah, kendaraan tersebut diklaim memiliki kualitas setara.

“Kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif, hampir 50 persen lebih murah dari kompetitornya. Dari sisi daya tahan, tenaga, dan konsumsi bahan bakar, kendaraan ini sangat andal dan berkualitas,” kata Joao dalam keterangannya, dikutip Minggu (22/2/2026).

Joao menambahkan, Agrinas harus menyiasati keterbatasan dana dari program Koperasi Desa Merah Putih. Pembelian kendaraan impor ini dianggap sesuai dengan kemampuan finansial program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang digadang-gadang menjadi ceruk baru ekonomi lokal.

“Kalau saya tidak pintar-pintar mencari harga yang bagus dan barang yang berkualitas, dananya tidak cukup. Dengan impor dari India, Indonesia mendapatkan barang berkualitas dengan harga terjangkau, sehingga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, memotong distribusi yang selama ini menjadi beban utama petani,” kata Joao.

Di sisi lain, Joao ingin mendiversifikasi pasar kendaraan pick-up dan truk, agar tidak selalu bergantung pada produk arus utama. Mengenai kualitas, dia menegaskan pengguna yang akan menilai.

Joao juga menyatakan telah mempertimbangkan kendaraan produksi dalam negeri. Beberapa pengadaan memang sudah dibeli dari pabrikan lokal, namun ketersediaan produk arus utama menjadi kendala.

“Semua produk dalam negeri untuk truk roda enam sudah habis. Coba sekarang beli Kino pick-up atau Mitsubishi Canter, sudah tidak tersedia. Harus menunggu paling cepat satu tahun,” ujarnya.

Joao memastikan, keputusan membeli kendaraan impor dari India telah diketahui pihak pemerintah pusat, termasuk Danantara yang menyediakan anggaran pengadaan.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 23 Februari 2026, Cek Lokasi dan Persyaratan
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Mengenal Masyarakat Kelas Menengah: Besaran Pengeluaran hingga Ciri-cirinya
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ilmuwan Usulkan Misi Mengejar Komet Antarbintang 3I/ATLAS dengan Manuver Dekat Matahari
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bocah Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Sahroni Desak Polisi Tetapkan Tersangka
• 4 jam laludetik.com
thumb
Tampil Dominan, Barca Hancurkan Levante
• 17 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.